Khofifah Hadiri Puncak Idul Khotmi Nasional ke-234 di Al-Amien Prenduan, Dorong Silaturahmi Internasional Tarekat Tijaniyah Terus Dilestarikan

Oplus_131074

Ekspos.id, Sumenep, – Puncak peringatan Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah ke-234 di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Kabupaten Sumenep, berlangsung khidmat dan penuh semangat ukhuwah, Ahad (19/7/2026). Ribuan jamaah dari berbagai penjuru Indonesia serta tamu mancanegara memadati kawasan pondok dalam momentum spiritual yang juga dihadiri Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Kehadiran Khofifah menjadi bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap penyelenggaraan Idul Khotmi Nasional yang dinilai tidak hanya sebagai agenda keagamaan, tetapi juga sebagai wadah mempererat persaudaraan umat Islam hingga tingkat internasional.

Dalam sambutannya, Khofifah menyampaikan rasa bangga atas terselenggaranya pertemuan akbar Tarekat Tijaniyah yang mempertemukan para ulama, habaib, syuyukh, muqaddam, serta jamaah dari berbagai negara.

“Silaturahmi internasional seperti ini harus terus dijaga dan dilestarikan. Jangan sampai tradisi yang penuh keberkahan ini hilang. Semoga terus menjadi sarana memperkuat persaudaraan umat Islam dan mengibarkan syiar Islam sesuai ajaran Rasulullah SAW,” ujar Khofifah.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para syurafa, sayyid, habaib, dan muqaddam yang datang dari berbagai negara, di antaranya Maroko, Aljazair, Sudan, Malaysia, Mesir, Yaman, serta sejumlah negara lainnya. Menurutnya, kehadiran mereka menunjukkan bahwa Indonesia, khususnya Jawa Timur, memiliki posisi penting dalam membangun jejaring persaudaraan Islam dunia.

Tak lupa, Khofifah mengapresiasi para muqaddam se-Indonesia, serta seluruh ikhwan dan akhawat yang tetap istiqamah menghadiri Idul Khotmi Nasional setiap tahun sebagai bentuk kecintaan terhadap amaliah Tarekat Tijaniyah.

Menurut Khofifah, penyelenggaraan Idul Khotmi Nasional di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan menjadi pilihan yang tepat. Ia menilai Al-Amien merupakan pesantren modern yang mampu memadukan kemajuan pendidikan dengan pelestarian tradisi keilmuan Islam klasik dan amaliah salafiyah, termasuk pembinaan Tarekat Tijaniyah.

“Al-Amien Prenduan dikenal sebagai pondok pesantren modern, tetapi tetap menjaga dan merawat khazanah keilmuan salafiyah. Nilai-nilai seperti inilah yang harus terus diwariskan kepada generasi mendatang,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Khofifah juga berharap Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan kembali dipercaya menjadi tuan rumah Idul Khotmi Nasional pada kesempatan berikutnya.

“Kalau bisa, Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah digelar lagi di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan. Tidak perlu menunggu sampai tahun 2030. Kami sangat bangga Jawa Timur menjadi tempat berlangsungnya pertemuan Tarekat Tijaniyah berskala internasional seperti ini,” ungkapnya.

Puncak Idul Khotmi Nasional ke-234 berlangsung dalam suasana penuh kekhusyukan dengan rangkaian doa, dzikir, serta pembacaan wirid wadifah, hailalah, istiqosah, dan pembaca manaqib sejak hari jum’at – Ahad sejak tanggal 2-4 safar 1448 H, bertepatan dengan 17-19 Juli 2026, yang diikuti puluhan hingga ratusan ribu jamaah.

Pertemuan ini tidak hanya menjadi momentum memperkuat spiritualitas, tetapi juga mempererat ukhuwah Islamiyah lintas daerah dan lintas negara, sekaligus menegaskan peran pesantren sebagai pusat dakwah, pendidikan, dan pemersatu umat.

Iklan Ekspos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *