Cerdas Boleh, Tapi Jangan Sok Cerdas Ketika Kebaikan Dikalahkan oleh Prasangka

Oleh: Habiburrohman El-Fitry

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Petani Tembakau Desa Plakpak

Di negeri yang menjunjung tinggi demokrasi, setiap orang memiliki hak untuk berbicara, mengkritik, bahkan tidak sepakat terhadap seseorang. H. Her menghormati itu. Kritik adalah bagian xcita-cita demokrasi.

Cerdas boleh, tapi jangan sok cerdas. Hingga menghilangkan sejuta kebaikan \ H. Her yang selalu berjuang mati-matian membela petani tembakau dan mengangkat martabat petani hingga tembakaunya di hargai mahal.

H Her yang mendongkrak perekonomian masyarakat pamekasan melalui munculnya produk-produk rokok. Pengangguran semakin kecil 

H her selalu membuka pintu dan membuka peluang pekerjaan \ Namun bagi segelintir orang yang sok cerdas malah banyak di pelintir bahkan di akan di laporkan ke kpk, Padahal kebaikan h her yang segunung tidak nampak bagi orang yang iri tergadap ke kayaan h her dan ke suksesan h her \ Bahkan h her banyak di cari-cari kesalahnya oleh orang yang cerdas dan sok cerdas.

Coba yang cerdas itu rubah masyarakat menjadi sukses semua dan kaya semua. Berikan solusi yang objek terhadap kemajuan dan kesejahteraan masyrakat dari kehidupan berbangsa. Namun, ada perbedaan yang sangat jelas antara kritik yang bertujuan memperbaiki dengan upaya membangun opini yang hanya bertujuan menjatuhkan.

Hari ini, H. Her melihat ada sebagian kecil orang yang begitu sibuk mencari-cari kesalahan. Mereka merasa paling cerdas, paling tahu, paling benar. Mereka begitu mudah melontarkan tuduhan, menggiring opini, bahkan menggembar-gemborkan pelaporan ke aparat penegak hukum, seolah-olah setiap keberhasilan seseorang pasti menyimpan kesalahan.

Padahal, kecerdasan yang sejati tidak diukur dari kemampuan mencari kesalahan orang lain. Kecerdasan yang sejati adalah kemampuan menghadirkan solusi bagi masyarakat.

H Her bukan orang yang sempurna. H Her  juga tidak pernah mengklaim diri bebas dari kritik. Namun, alangkah tidak adil jika perjalanan panjang yang H Her lakukan bersama petani tembakau, para pekerja, pelaku usaha, dan masyarakat Pamekasan seolah dihapus hanya karena ada pihak yang lebih senang membangun prasangka daripada melihat kenyataan.

Terbakau petani yang mulanya paling tinggi hanya di hargai empat puluh ribu (Rp. 40.000), dari tahun ke tahun H. Her memperjuang harga tembakau tembus sembilan puluh ribu (Rp. 90.000). Petani bangga dan merasakan hasil jerih payahnya menanam tembakau.

Bertahun-tahun H. Her berjuang agar tembakau Pamekasan memiliki nilai jual yang lebih baik. H. Her ingin petani tidak lagi menjadi pihak yang selalu berada di posisi paling lemah dalam rantai ekonomi. H Her ingin mereka memperoleh penghargaan yang layak atas jerih payahnya.

Kesehteraan masyarakat bukan di buktikan dengan demo dan kritik tanpa ada solusi yang jelas. Rakyat butuh bukti nyata bukan janji-janji benalu yang hanya berkoar-koar tidak jelas.

H. Her juga percaya bahwa kesejahteraan tidak lahir dari pidato panjang atau komentar di media sosial. Kesejahteraan lahir ketika masyarakat memiliki pekerjaan, penghasilan, dan harapan.

Karena itulah H. Her terus mendorong tumbuhnya usaha dan industri yang mampu menyerap tenaga kerja. Ketika produk-produk lokal berkembang, ada masyarakat yang bekerja. Ada keluarga yang bisa memenuhi kebutuhan hidupnya. Ada anak-anak yang bisa tetap sekolah. Ada roda ekonomi yang terus berputar.

Apakah semua itu tidak layak dihargai?

Mengapa sebagian orang lebih tertarik menghitung dugaan kesalahan daripada menghitung berapa banyak masyarakat yang memperoleh manfaat?

Mengapa lebih mudah menyebarkan kecurigaan daripada menghadirkan gagasan dan solusi yang nyata kepada rakyat 

H. Her melihat ada kecenderungan yang memprihatinkan. Ketika seseorang berhasil, selalu ada pihak yang tidak bertanya bagaimana keberhasilan itu dicapai, tetapi langsung bertanya, “Di mana letak kesalahannya dan mengapa anda sesukses ini?”

Cara berpikir seperti ini tidak akan membawa daerah ke arah kemajuan. Daerah akan maju jika setiap orang berlomba menghadirkan solusi, bukan berlomba mencari celah untuk menjatuhkan.

Orang yang cerdas dan kritis sesungguhnya, orang yang mendukung apa yang menjadikan semua itu bermamfa’at dan mendukung apa yang menjadikan masyarakat tambah sejahtera.

Kalau memang merasa lebih cerdas, mari buktikan dengan karya.

Bangun usaha yang mampu menyerap ribuan tenaga kerja, anak muda tidak menjadi pengangguran, orang tua bisa memperoleh pendapatan yang lebih meningkat, bisa menyekolahkan anak-anak nya dari SD hingga perguruan tinggi.

Perjuangkan harga hasil panen petani agar lebih baik, hingga mendapatkan perlindungan hukum, dukung harga tembakau hingga mendapatkan legalitas formal dari pemerintah daerah hingga pusat.

Buka peluang ekonomi baru bagi generasi muda agar tidak menambah pegangguran, dorong pertumbuhan ekonomi rakyat kepada hal yang lebih baik.

Bimbing generasi muda agar memiliki masa depan yang baik dan masa depan yang lebih cerah.

Dampingi masyarakat kecil agar naik kelas, sehingga perekonomiannya tambah meningkat, dan anak-anaknya bisa melanjutkan pendidikan yang baik kedepan.

Itulah kecerdasan yang memberi manfaat.

H. Her percaya masyarakat sudah cukup dewasa untuk menilai. Mereka tidak hanya mendengar apa yang dikatakan seseorang, tetapi juga melihat apa yang telah dikerjakannya.

Saya juga menghormati proses hukum. Apabila ada dugaan pelanggaran, biarlah dibuktikan melalui mekanisme hukum yang berlaku, dengan bukti yang sah dan proses yang adil. Jangan sampai opini dibangun seolah-olah vonis sudah dijatuhkan sebelum fakta diuji. Negara hukum menuntut pembuktian, bukan sekadar prasangka.

Pamekasan membutuhkan lebih banyak orang yang mau bekerja daripada sekadar berbicara. Daerah ini membutuhkan lebih banyak tangan yang membangun daripada jari yang terus menunjuk kesalahan.

Saya mengajak semua pihak untuk menghentikan politik kebencian, menghentikan budaya iri, dan menghentikan kebiasaan menjatuhkan orang yang sedang bekerja untuk masyarakat.

– Mari berkompetisi dalam kebaikan.

– Mari beradu gagasan yang objektif dan realistik.

– Mari berlomba menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat.

Karena pada akhirnya, masyarakat tidak akan dikenang karena siapa yang paling lantang menuduh. Masyarakat akan mengenang siapa yang hadir ketika mereka membutuhkan pekerjaan, siapa yang membela petani saat harga jatuh, siapa yang membuka pintu rezeki bagi banyak keluarga, dan siapa yang memilih bekerja dalam diam daripada sibuk mencari panggung.

Cerdas itu penting. Tetapi kecerdasan tanpa kebijaksanaan hanya akan melahirkan kesombongan. Sebaliknya, kecerdasan yang disertai kepedulian akan melahirkan manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat. Itulah kecerdasan yang patut diperjuangkan.

Iklan Ekspos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *