Bea Cukai Jawa Timur Apresiasi Ide Presiden Forum N.G.O. Terkait Pita Khusus Rokok Madura

oplus_2

Ekspos.id, Surabaya – Bea Cukai Jawa Timur memberikan apresiasi atas gagasan yang disampaikan Presiden Forum N.G.O. Madura terkait usulan penerapan pita cukai khusus untuk rokok produksi lokal Madura. Ide tersebut dinilai sebagai langkah kreatif yang dapat memberikan ruang keberpihakan kepada pabrik rokok kecil dan para petani tembakau di Madura yang selama ini menghadapi banyak tantangan. Kamis (16/10/2025).

Bagian Humas Pihak Bea Cukai Jawa Timur Niken, menyambut baik aspirasi tersebut. Meski tidak bisa langsung memberikan keputusan, mereka menegaskan akan menampung dan meneruskan masukan itu ke atasan dan akan kami jadwal ulang minggu depan untuk mendiskusikan aspirasi dari Forum N.G.O. dan “Kami sangat menghargai usulan yang disampaikan. Bea Cukai selalu terbuka pada dialog untuk mencari solusi terbaik, apalagi yang menyangkut nasib masyarakat kecil,” ungkap perwakilan Bea Cukai.

“Kami tegaskan bahwa lembaga negara ini memang memiliki kewajiban untuk mendengar dan menampung aspirasi masyarakat, termasuk dari pengusaha dan petani tembakau. Meski begitu, mereka juga menekankan bahwa kebijakan cukai dan regulasi industri rokok merupakan ranah yang perlu dikaji secara lebih luas bersama atasan dan kementerian terkait”, tambahnya.

Meski belum ada keputusan final, nanti akan kami kabari untuk jadwal ulang audensi dengan atasan BEA Cukai Wilayah Jawa Timur, ini dinilai menjadi langkah penting untuk membuka dialog antara pemerintah dan masyarakat Madura. Terutama Forum N.G.O. yang telah menegaskan akan terus memperjuangkan hak-hak petani dan pabrik rokok lokal agar tetap bertahan di tengah arus persaingan industri yang semakin berat.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat di kantor Bea Cukai Wilayah Jawa Timur, Presiden Forum N.G.O. menekankan pentingnya perhatian pemerintah terhadap industri rokok lokal. Menurutnya, pita cukai khusus bukan hanya soal regulasi, melainkan bentuk perlindungan terhadap kearifan lokal dan keberlangsungan ekonomi masyarakat Madura, ungkapnya.

“Pita khusus untuk rokok Madura adalah simbol keberpihakan negara kepada pengusaha kecil dan petani tembakau yang telah berpuluh tahun menopang ekonomi daerah. Kami berharap ide ini bisa menjadi terobosan nyata,” tegas Presiden Forum N.G.O. Madura dalam audiensi tersebut.

Selain membahas soal pita khusus, pertemuan juga menyinggung pentingnya sinergi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan pelaku usaha kecil agar sektor rokok lokal tidak semakin terpinggirkan.

Forum N.G.O. berharap dukungan Bea Cukai ini bisa menjadi pintu awal menuju regulasi baru yang lebih ramah bagi pabrik rokok kecil. Dengan begitu, keberlangsungan industri rokok Madura tetap terjaga, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani tembakau di wilayah Pamekasan Madura.

Ia menambahkan, ribuan petani tembakau di Madura menggantungkan hidup pada industri rokok lokal. Namun, harga tembakau sering tidak stabil dan pembelian oleh gudang besar kerap merugikan petani. Kehadiran regulasi khusus akan menjadi angin segar, bukan hanya bagi petani, tapi juga bagi pengusaha lokal yang berjuang mempertahankan identitas Madura sebagai salah satu penghasil tembakau terbaik di Indonesia. Pungkasnya. (lidi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *