
Ekspos.id, Sampang – Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang mendalami kondisi SDN Batuporo Timur yang viral di media sosial. Sekolah tersebut disorot karena minim aktivitas siswa saat jam belajar.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang Nor Alam, M.Si melalui Kepala Bidang Pembinaan SD Disdik Sampang, Moh Yusuf, menyampaikan pihaknya telah turun langsung ke lokasi. “Saya datang Selasa pagi sekitar pukul 07.30,” ujarnya.
Saat peninjauan, ia mendapati hanya tiga guru berada di sekolah. “Tidak ada siswa sama sekali saat saya tiba,” katanya.
Moh Yusuf menjelaskan pihak sekolah menyampaikan siswa bersekolah di tempat lain. Pembelajaran di SDN Batuporo Timur hanya berlangsung setiap hari Jumat.
“Jumlah siswa tercatat 33 orang dengan tujuh hingga delapan guru,” ujarnya.
Kondisi tersebut kemudian diklarifikasi lebih lanjut oleh Disdik.
Setelah kembali ke kantor, Disdik menelusuri data melalui operator.
“Kami menemukan adanya data residu di Dapodik,” katanya.
Menurut Moh Yusuf, data residu menunjukkan kemungkinan siswa terdaftar di sekolah lain. Proses pendalaman masih dilakukan untuk memastikan keabsahan data tersebut.
Dan perlu diketahui bahwa bantuan PIP tahun 2025 tidak dicairkan. “PIP tidak dicairkan karena ada kekhawatiran data ganda,” ujarnya.
Sementara itu, dana BOS tahun 2025 tetap dicairkan sesuai data. “Dana BOS cair berdasarkan data 22 siswa,” katanya.
Moh Yusuf juga menyampaikan jumlah dana BOS yang diterima sekitar 22 juta rupiah. Data tersebut tercatat resmi dalam sistem Dapodik.
Ia juga menjelaskan laporan dari pihak sekolah belum disampaikan secara tertulis. “Laporan hanya disampaikan secara lisan,” ujarnya.
Disdik menilai laporan tertulis penting sebagai dasar tindak lanjut. Verifikasi dilakukan untuk menghindari kesalahan penanganan lembaga pendidikan.
“Kami akan memastikan secara faktual sebelum mengambil keputusan,” katanya.
Dan kami juga mengimbau sekolah melaporkan persoalan secara tertulis dan akurat.
