Jalan Poros Konyeleh–Palesanggar–Pasanggar Rusak Parah, Warga Terpaksa Minta Amal Demi Perbaikan

Ekspos.id, Pamekasan – Kondisi jalan poros yang menghubungkan Desa Konyeleh menuju Palesanggar–Pasanggar, dan Kantor Kecamatan, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, kian memprihatinkan pengguna jalan. Bertahun-tahun jalan utama tersebut rusak parah tanpa ada perbaikan, warga akhirnya mengambil langkah darurat dengan meminta sumbangan atau “amal” dari pengguna jalan demi bisa memperbaiki akses vital tersebut. (05/01/2026).

Jalan ini merupakan jalur utama bagi warga untuk mengangkut hasil pertanian, menuju sekolah, pasar, Kantor Kecamatan hingga fasilitas puskesmas pegantenan. Namun realitanya, lubang besar, aspal terkelupas, dan retak parah saat hujan membuat jalan itu semakin berlubang berubah menjadi separuh ambles. Pengendara roda dua maupun roda empat kerap terjebak, bahkan tak sedikit yang terjatuh.

Di tengah keputusasaan, tokoh setempet 

1 : RKH ROWATIB BUNANGKAH

2 : K LUTFI BAIHAQI PP DARUL QUR’AN PELSANGGAR TORAPAN

3 : K SUBAI SYAKRONI PP ALMAWARDI PASANGGAR

4 : KH HAFI SONHAJI PP ALWARISI BATU RAYA PESANGGAR

5 : PAK PAMONG PAK IM

Tokoh setempat dan masyarakat secara swadaya mendirikan pos sederhana di pinggir jalan. Mereka memegang dayung amal, meminta bantuan sukarela dari pengendara yang melintas. Dana itu rencananya akan digunakan untuk membeli batu, pasir, dan semen agar jalan yang rusak parah bisa di buat tebing dan pengecoran jalan.

“Kami sudah capek mengadu. Setiap tahun dijanjikan akan diperbaiki, tapi tidak pernah terealisasi. Kalau tidak begini, mungkin jalan ini akan semakin hancur dan membahayakan,” ujar salah satu tokoh.

Aksi minta amal ini bukan sekadar upaya memperbaiki jalan, tetapi juga bentuk protes sosial. Warga menilai pemerintah daerah seolah menutup mata terhadap kondisi infrastruktur di wilayah pinggiran. Padahal, jalan tersebut menjadi punggung utama perekonomian masyarakat, termasuk petani, ASN dan pedagang kecil.

Sejumlah pengendara mengaku prihatin dan ikut menyumbang. Namun di sisi lain, mereka juga mempertanyakan ke mana anggaran infrastruktur yang setiap tahun digelontorkan oleh pemerintah daerah.

“Ironis, jalan umum yang seharusnya menjadi tanggung jawab negara malah diperbaiki dari uang receh masyarakat,” kata seorang pengendara yang melintas.

Kerusakan jalan poros Konyeleh–Palesanggar–Pasanggar ini menjadi potret nyata ketimpangan pembangunan di Kabupaten Pamekasan. Di saat beberapa ruas jalan di pusat kota terlihat mulus, akses vital di desa justru dibiarkan rusak bertahun-tahun tanpa kepastian.

Warga berharap, aksi mereka ini menjadi alarm keras bagi Pemkab Pamekasan dan DPRD agar segera turun tangan. Bukan dengan tambal sulam ala kadarnya, tetapi dengan perbaikan menyeluruh yang layak dan berkelanjutan.

“Jangan tunggu sampai ada korban jiwa baru bergerak. Jalan ini adalah urat nadi kami,” pungkas warga dengan nada getir. (lidi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *