Janda Sutiha Bantah Rumah Tutup Terpal Tidak Mau Di Perbaiki

Rumah Sutiha tampak di dalam

Ekspos.id, Sampang – Sutiha (54th) janda enam anak yang seharianya memijad bayi, warga Jalan Syamsul Arifin, Kampung Halelah, Kelurahan Polagan, Kecamatan Sampang Kabupaten Sampang, Madura, Jawa-Timur menunggu bantuan untuk rehab rumahnya yang atap gentengnya di tutup terpal sudah hampir satu tahun.

Rumah yang di tempati oleh janda Sutihah (54) bersama enam anaknya ini memang tidak layak huni karena atap gentingnya di tutup dengan terpal sudah hampir satu tahun dan dinding terbuat dari bambu sudah banyak yang hancur dan bolong.

Sutiha menjelaskan bahwa selama rumah ini ambruk sebagian dan di tutup terpal hampir satu tahun lamanya masih belum ada sentuhan bantuan untuk memperbaiki haya bentuan sembako aja, padahal yang saya harapkan bantuan perbaiki rumah dan bukanya tidak mau bantuan sembako tapi yang utama rumah agar keluarga kami saat panas atau kehujan seperti hari ini tidak kehujan dan saat hujan keluar kami lari ke teras takut runtuh lagi,”jelas Sutiha, Kamis (08/12/2022).

Ia mas … Ada dari pihak kodim pada saat awal kejadian datang dan akan membantu setelah habis hari raya, kalau gak salah hari Selasa, malahan kami menghubungi semua famili dan tetangga untuk bisa membantu pihak kodim nantinya kalau datang, di tunggu sampai siang tidak datang padahal sudah saya masak, dan sampai saat ini belum ada bantuan, haya dari teman-teman AWAS ini bantu sembako lagi,”jelasnya.

Sutiha bersama anaknya

Sutiha membantah adanya pihak keluarga tidak mau di bantu untuk rehab rumahnya, padahal semua keluarga kami sudah tanda tangani, kakak, adik , dan mimang semua tanah di lokasi ini masih berbentuk surat pepel dan pajak bayar.
Dan masak mau di bantu tidak mau,” ucapnya.

Sementara Camat Sampang Yudhi Adidarta menyatakan bahwa selama ada laporan sejak tanggal 20 februari 2022 kami sudah bergerak untuk bisa membantu ibu Sutiha (45th). Semua teman-teman untuk bisa membantunya, karena pada saat itu mimang tidak ada anggaran dan saat itu kodim siap untuk bantu tapi haya bawah serta dindingnya aja, yang atas masih berusaha untuk mendapatkannya. Sampai kami meminta kepada teman untuk saling bantu dan gagal,”ungkapnya.

“Alhamdulillah hari ini ada jawaban dari dinas DPRKP, bahwa sudah di masukkan ke anggaran di tahun 2023.

Untuk ibu sutihah (54th) diminta bersabar dulu karena ini sudah masuk di anggaran tahun 2023 kita maksimalkan, begitu ada pekerjaan kita upayakan di dahulukan,”tegasnya.(Elly)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *