Kapolresta Malang Ajak Mewaspadai Potensi Kejahatan dengan Memperkuat Sinergi Jaga Kamtibmas dan Identitas Positif Kota
Ekspos.id, Kota Malang, — Antisipasi potensi konflik sosial sekaligus mempertahankan identitas positif Kota Malang di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang. Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo PS ajak seluruh mitra Bakesbangpol perkuat sinergi dalam menjaga keamanan, ketenteraman, dan ketertiban umum.
Antipasi tersebut disampaikan Kapolresta Danang saat menghadiri undangan forum Sinergitas Mitra Bakesbangpol Kota Malang bertema “Peran Mitra Bakesbangpol dalam Memelihara Ketenteraman dan Ketertiban Umum” di Hotel Aliante, Jalan Aries Munandar, Kecamatan Klojen. (Senin, 26/10/2026).
Dalam pemaparannya, Danang menegaskan kepolisian siap bersinergi dengan berbagai elemen masyarakat dan mendukung program Pemerintah Kota Malang, untuk menekan potensi konflik dan masalah bisa diminalisir agar tidak terjadi.
“Kami siap bersinergi dengan seluruh pihak dan mendukung program Pemerintah Kota Malang. Identitas positif yang menjadi ciri khas kota ini juga harus kita pertahankan,” ujar Danang.
Pertahankan Identitas Positif Kota Malang
Danang menyoroti pentingnya menjaga karakter dan budaya lokal yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Malang. Salah satunya adalah Osob Kiwalan atau bahasa walikan, yang selama ini dikenal sebagai ciri khas pergaulan masyarakat setempat.
Menurutnya, perkembangan kota harus diimbangi dengan upaya merawat nilai-nilai positif yang telah tumbuh di tengah masyarakat. Identitas lokal memperkuat rasa memiliki dan kepedulian terhadap lingkungannya.
Pencegahan Kejahatan Dimulai dari Lingkungan Terdekat
Dalam kesempatan tersebut, Danang menekankan bahwa setiap orang memiliki kemungkinan menjadi korban maupun pelaku tindak kejahatan. Danang mengajak pencegahan perlu dengan memperkuat kesadaran diri, kepedulian sosial, dan kemampuan mengenali potensi permasalahan sejak dini.
“Kita semua berpotensi menjadi korban maupun pelaku. Karena itu, kita harus mampu mengendalikan diri, mencegah pelanggaran, dan menjadi kontrol sosial mulai dari keluarga hingga lingkungan tempat tinggal,” tegasnya.
Ia menjelaskan, Polresta Malang Kota juga menjalankan program pembinaan dan pendampingan salah satunya “Polisi Peduli Sekolah” yang dilaksanakan setiap hari Senin.
Program tersebut diarahkan untuk memberikan motivasi serta membangun kesadaran agar masyarakat mampu menghindari perilaku yang berpotensi menimbulkan persoalan hukum.
Selain itu, pemetaan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terus menjadi perhatian.
Dengan mengenali kerawanan lebih awal, langkah pencegahan diharapkan dapat dilakukan secara tepat melalui koordinasi kepolisian, pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat.
Orang Tua Berperan Cegah Kenakalan Remaja
Danang turut menekankan pentingnya peran keluarga, khususnya orang tua, dalam mengawasi pergaulan anak dan remaja disertai pendidikan karakter dinilai penting untuk mencegah keterlibatan anak dalam kenakalan jalanan maupun perilaku yang mengganggu ketertiban umum.
Ia mengingatkan bahwa kasih sayang kepada anak harus berjalan seiring dengan ketegasan dalam mendidik. Ketika anak melakukan kesalahan, orang tua perlu memberikan pemahaman yang benar, bukan membenarkan perbuatan tersebut atau mengalihkan persoalan dengan menyalahkan pihak lain.
“Anak harus tetap mendapt bimbingan dan di didik dengan baik. Jika masih melakukan kesalahan, kita perlu mengevaliasi, meluruskan lagi dan mengajarkan bahwa perbuatan itu tidak benar agar persoalannya dapat diselesaikan,” jelasnya.
Dalam konteks tersebut, gerakan Malang Anti Boti juga disoroti sebagai bagian dari upaya mencegah potensi gangguan kamtibmas.
“Pencegahan membutuhkan pengawasan bersama, mulai dari keluarga, lingkungan pendidikan, hingga keterlibatan aktif seluruh unsur terkait.”
Ajak Masyarakat Menjadi Kontrol Sosial
Menutup pemaparannya, Danang mengajak seluruh mitra Bakesbangpol dan masyarakat mengambil peran nyata dalam menjaga ketenteraman serta ketertiban Kota Malang.
Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan melalui sikap saling mengingatkan, mencegah tindakan yang melanggar hukum, dan menyelesaikan persoalan secara tepat.
Ia menegaskan bahwa Polresta Malang Kota akan mengambil langkah sesuai kewenangan terhadap setiap tindakan yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Saya bukan orang, tapis saya cinta Malang, Siapapun yang membuat keributan, keributan dan mengganggu ketertiban akan saya lawan. Mari bersama-sama menjaga Kota Malang agar semakin Mbois Berkelas, aman, dan kondusif,” pungkas Kapolresta Kelahiran Madiun Ini
Melalui kegiatan sinergitas tersebut, diharapkan koordinasi antara Bakesbangpol, kepolisian, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat semakin kuat.
Kolaborasi berkelanjutan diharapkan memperkuat deteksi dini, mencegah potensi konflik, menjaga identitas positif Kota Malang, serta mewujudkan kehidupan masyarakat yang aman, tertib, harmonis dan Mbois Berkelas.