Ekspos.id, Pamekasan – Suatu kebanggan bagi warga dan Pemerintah Desa (Pemdes) Samatan Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur setelah mendengar bahwa desanya masuk dalam nominasi lima besar Desa Tematik tingkat Kabupaten. Minggu (31/10/2021)
Kebanggaan dan ucap rasa syukur diungkapkan langsung Kepala Desa (Kades) Samatan, H. Mohammad Tamyis kepada media saat ditemui di kandang perternakannya.
“Selaku Kades Samatan saya bersyukur desa kami masuk dalam nominasi lima besar desa Tematik tingkat Kabupaten bidang pertanian dan peternakan”. ucapnya.
Mohammad Tamyis menjelaskan bahwa, Desa Samatan masuk nominasi lima besar Desa tematik yang diangkat adalah Samatan pertanian industri. Adapun 5 desa yang masuk nominasi diantaranya, Desa Gagah, Desa Samatan, Kertagennah Daya, Palengaan Laok dan Desa Bunder Pademawu.
“Kami lihat potensi sumber daya alam yang ada di Desa Samatan, yaitu dibidang pertanian, ada sekitar 23,60 hektar lahan pertanian disini, begitu juga dengan hewan ternak yang ada di Desa Samatan”, katanya.
Tamyis juga menambahkan bahwa pihaknya mulai merubah mindset atau pola berfikir peternak yang ada di Desa Samatan mulai dari tahun 2019.
“Dulu para peternak disini memakai sistem tabungan, lalu kami kembangkan atau merubah pola menjadi sistem bisnis dan ini lebih menjanjikan para peternak”, tambahnya.
Menurut Tamyis, dengan adanya inofasi desa terkait dengan pertanian integrasi pertenakan yang mana pertanian ini akan menimbulkan hasil limbah menjadi pakan ternak, makanya kami pakek zero waste produksi.
“Lebih jelasnya, dengan peternakan ini tentu limbahnya akan kita manfaatkan dengan cara diolah jadi pupuk organik, ini sangat berpungsi sekali pada pertanian, imbasnya akan berpengaruh pada hasil dari peternakan dan pertanian warga Desa Samatan dan secara tidak langsung akan mengangkat perekonomian disini, mungkin karena inilah desa kami dinobatkan sebagai lima besar Desa Tematik Tingkat Kabupaten”, tegas H. Mohammad Tamyis (M. Halili)
Keren nih Desa Samatan. Selamat buat Desa Samatan.
Salam,
Wevelope
Semoga menjadi Desa percontohan