
Ekspos.id, Sampang – Penderita demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Sampang mencapai 604 orang. Jumlah ini terhitung sejak Januari hingga November 2024.
Melonjaknya kasus DBD, Pj Bupati Sampang Rudi Arifianto mengimbau warga melakukan pencegahan untuk menghindari penyakit demam berdarah dengan cara 3 M, yaitu menguras kamar mandi, menutup penampungan tempat air, dan mengubur barang bekas yang dapat menampung air hujan.
“Selain itu warga juga bisa memberikan abate ke dalam bak mandi, dan menggunakan obat nyamuk pada saat tidur,” katanya, Kamis (19/12/2024).
Apabila ada gejala demam berdarah, kata Rudi, segera periksa ke polindes, puskesmas hingga rumah sakit agar bisa ditangani sedini mungkin.
“Mari kita berantas DBD mulai dari lingkungan keluarga hingga masyarakat sekitar,” ajaknya.
Sementara Kabid Penanggulangan Penyakit Menular Dinkes dan KB Kabupaten Sampang, Syamsul Hidayat mengungkapkan faktor tingginya jumlah penderita DBD di daerahnya.
“Tingginya jumlah penderita DBD, dampak cuaca serta kurangnya masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS),” jelasnya.
Ia mengaku telah berupaya semaksimal mungkin untuk menekan kasus DBD, yaitu dengan melakukan abatesasi dan pengasapan di tempat yang rawan penularan DBD.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Kamoning dr. Intan Retnosari menuturkan bahwa jelang akhir tahun ini jumlah pasien mengalami lonjakan, termasuk diantaranya penderita DBD.
“Lonjakan pasien tidak hanya DBD, penderita penyakit lain yang di alami pasien juga ada, kami tetap memberikn pelayanan terbaik bagi masyarkat,”jelasnya.
