Ekspos.id, Malang, — Upaya memperkokoh ketahanan pangan nasional terus digencarkan pemerintah melalui penguatan koperasi desa dan kelurahan. Hal ini terlihat saat Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, melakukan kunjungan kerja ke Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Selasa (24/2/2026).
Kehadiran Menko Pangan sejak pagi hari disambut jajaran TNI, pemerintah daerah, serta unsur Muspika Singosari. Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Kohir, Dandim 0818/Malang-Batu Letkol Czi Bayu Nugroho, dan Sekda Kabupaten Malang Budiar turut mendampingi peninjauan fasilitas koperasi yang telah rampung dibangun.
Dalam keterangannya, Zulhas—sapaan akrab Zulkifli Hasan—menilai bangunan KKMP Candirenggo telah memenuhi standar. Tahap selanjutnya adalah penyempurnaan perlengkapan sebelum diserahkan kepada Pemerintah Kelurahan dan pengurus koperasi untuk dioperasikan secara penuh.
“Secara fisik sudah sangat baik. Tinggal melengkapi sarana pendukungnya agar bisa segera dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada jajaran TNI dan para Babinsa yang dinilai berhasil mempercepat proses pembangunan. Dari target maksimal 92 hari, gedung koperasi tersebut dapat diselesaikan dalam waktu 79 hari.
Menurut Menko Pangan, konsep Koperasi Merah Putih dirancang sebagai pusat distribusi sekaligus penyangga ekonomi warga. Koperasi tidak hanya berperan menjual kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi pembeli hasil produksi masyarakat, termasuk UMKM dan komoditas pertanian.
“Kalau pasar tidak menyerap, koperasi hadir sebagai off taker. Ini yang membuat ekonomi desa lebih stabil,” tegasnya.
Ke depan, koperasi juga akan dilibatkan dalam rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan menyuplai kebutuhan bahan pangan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Skema ini bertujuan menciptakan pemerataan ekonomi dan memperpendek jalur distribusi.
Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Kohir menambahkan, keberadaan KKMP dapat menjaga stabilitas harga sepanjang tahun. Sistem distribusi yang terpusat dinilai mampu mengantisipasi lonjakan harga maupun kelangkaan barang.
“Kalau ada komoditas mahal di luar, koperasi bisa menyediakan dengan harga lebih terjangkau. Ini seperti operasi pasar yang berjalan terus-menerus,” jelasnya.
Selain memastikan kesiapan operasional koperasi, Zulkifli Hasan juga menekankan pentingnya evaluasi distribusi pupuk, perbaikan irigasi, dan penguatan cadangan pangan nasional. Bahkan, ia menyampaikan rencana ekspor beras dan jagung ke sejumlah negara di kawasan Arab dalam waktu dekat sebagai bagian dari strategi peningkatan daya saing pangan Indonesia.
Kunjungan kerja berlangsung singkat namun padat. Setelah meninjau lokasi dan berdialog dengan sejumlah pihak, rombongan melanjutkan agenda berikutnya di Kota Malang. (Nng)
