Sambut Hari Guru Nasional 2026 dan Rayakan Ultah Puterinya, Owner CV Ayunda Umrohkan Guru SDN Barkot 3 Pamekasan

Oleh: Ekspos.id 02/11/2026

Ekspos.id, Pamekasan – Menyambut peringatan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2026 serta merayakan Ulang Tahun (Ultah) puterinya, Owner CV Ayunda umrohkan salah satu guru SDN Barkot 3 Pamekasan. Senin 02 Nov 2029

Rangkaian acara yang berlangsung dengan meriah ini di hadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pamekasan, Basri Yukianto.

Dengan mengusung tema “Terimakasih Guru Engkau Pelita dalam Tiap Langkah Kami” di momen ini juga melaunching ekstrakurikuler Karawitan Laras Pangeranan Barga
dengan ditandai pemotongan pita oleh Kepala Disdikbud Pamekasan.

Ditemui Owner Ayunda, Bambang Budianto yang juga sebagai Komite SDN Barkot 3 Pamekasan mengatakan bahwa dirinya akan mendukung kegiatan yang berkenaan dengan pendidikan.

“Peduli dengan dunia pendidikan adalah tanggung jawab dan kewajiban bersama” Sambutnya.

Lanjut Bambang, sebagai Komite Sekolah dirinya akan mendukung dan men-support segala bentuk kegiatan di pendidikan terutama di SDN Barkot 3 Pamekasan.

“Kesuksesan pendidikan tidak hanya bergantung kepada pemerintah dan guru saja, tetapi peran serta masyarakat, dalam hal ini komite sekolah dan paguyuban kelas sangat dibutuhkan dalam memajukan pendidikan,” tegas Bambang yang akrab disapa Bos Ayunda.

Selain itu, saat menyinggung hadiah mengumrohkan salah satu guru di SDN Barkot 3 Pamekasan, Bambang menegaskan bahawa ini sebagai bentuk ucapan terima kasih pribadi kepada sosok guru.

“Pemberian hadiah umroh adalah bentuk apresiasi dan tanda terima kasih, bahwasanya tanpa seorang guru, secara pribadi saya tidak akan bisa seperti ini. Mumpung ada waktu dan kesempatan, hadiah umroh diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada seorang pendidik. Kegiatan ini diharapkan dapat berlanjut kepada guru-guru yang lain karena menjadi agenda rutin tiap tahun,” tegasnya.

Kepala Disdikbud Pamekasan, Basri Yulianto dalam sambutannya menegaskan komitmen Pemkab Pamekasan untuk memajukan ekonomi dan pendidikan secara bersamaan.

“Jadi kami ketika di Disdik punya komitmen untuk memajukan ekonomi di Pamekasan, oleh karena itu kami memberikan kemudahan pengusaha tembakau maupun industri hasil tembakau, para pengusaha rokok biar izinnya kami permudah, sehingga selama 3 tahun hampir 500 pengusaha rokok lokal itu yang tumbuh di Pamekasan,” ujarnya.

Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Pamekasan tahun ini tertinggi di Jawa Timur berkat tumbuhnya pengusaha rokok lokal.

“Kami yakin ketika perizinan itu dipermudah maka efeknya kepada pertumbuhan ekonomi Pamekasan. Termasuk Mas Bambang ini jadi mungkin bentuk terima kasihnya karena sudah jadi pengusaha yang sukses memberikan hadiah umroh kepada guru yang dianggap layak untuk diberangkatkan umroh,” kata Basri.

Terkait pelestarian budaya, Basri menegaskan komitmen Pemkab agar seni dan budaya asli Pamekasan tidak punah dan tidak diklaim daerah lain.

“Pemerintah Kabupaten Pamekasan punya komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan karena pendidikan ini tidak hanya berkaitan dengan mata pelajaran bagaimana juga kebudayaan bisa tumbuh berkembang,” tegasnya.

Ia mencontohkan Tari Topeng Gettak yang sudah bersertifikat Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) dan akan ditampilkan peserta didik SDN Barkot 3 pada puncak Gemilang Madura, serta musik Daul yang akan diserahkan sertifikat WBTb oleh Menteri Kebudayaan. Sebagai bentuk komitmen nyata, pihaknya akan merenovasi ruangan di atas mushola Kantor Disdikbud menjadi mini sanggar karawitan yang bisa dimanfaatkan sekolah-sekolah.

“Silahkan bagi satuan pendidikan yang belum punya alat karawitan tetapi punya anak-anak yang bisa dilatih punya bakat memanfaatkan ruangan dan alat karawitan yang kami punya,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan, pada 21 November mendatang Pamekasan akan menjadi tuan rumah puncak HGN dan HUT PGRI tingkat Provinsi Jawa Timur yang akan dihadiri ribuan guru se-Jatim dan berdampak pada pertumbuhan UMKM.

Di sisi lain, Kepala SDN Barkot 3, Nadin menjelaskan filosofi Karawitan Laras Pangeranan Barga yang baru saja di-launching.

“Kami punya peralatan ekstrakurikuler cuman dulu tidak pernah terpikirkan, sehingga kami musyawarah dengan komite sekolah untuk bagaimana mengangkat peralatan itu dalam hari ini karawitan sekolah sehingga pada hari ini karawitan sekolah ini di-launching dengan label Laras Pangeranan,” jelas Nadin.

“Laras itu serasi atau selaras, Pangeranan itu label dari tempat kita di sini yaitu dulu terkenal dengan istilah tempat Pangeran. Akronim ini menunjukkan bahwa SDN Barkot 3 eksis dalam mengangkat budaya lokal yang selama ini hampir punah karena modernisasi,” terangnya.

Nadin berharap karawitan ini menjadi ikon sekolah dan bisa tampil pada HGN Provinsi Jatim tanggal 21 November nanti di bawah asuhan seniman Maryono.

“Guru itu merupakan materi yang bersinar dengan penuh ilmu, guru merupakan orang kedua yang nasihat dan kasih sayangnya kadang-kadang lebih dari orang tua di rumah. Guru bermutu bisa melahirkan ribuan orang-orang hebat,” tutupnya. (M. Halili)

PenulisHalili