Transfer dari Pusat Minim, Pemerintah Kab. Sampang Kejar Target Melalui PBB

Saat rapat pembahasan PBB di aula Pemkab ( foto by Bag Prokopim Setda Kab Sampang)

Ekspos.id, Sampang – Untuk mencapai target pendapatan asli daerah (PAD) Pemerintah Kabupaten Sampang harus bekerja ekstra. Karena sampai saat ini realisasi PAD PBB di Kabupaten Sampang masih jauh dari harapan. Maka dari itu Bupati Sampang mengumpulkan semua Camat dan Kepala desa (Kades) di Kantor Pemerintahan Daerah, Rabu (13/07/2022).

Wakil Bupati Sampang Abdullah Hidayat mengatakan bahwa pengumpulan 14 Camat dan 180 Kepala Desa dan 6 Lura se Kabupaten Sampang itu untuk evaluasi bersama terkait masalah PBB. Sebab capaiannya sangat rendah. Adanya koordinasi ini pihaknya menginginkan agar PBB mencapai target.

“Para 14 camat dan 180 Kepala Desa dan 6 Lurah se Kabupaten Sampang dikumpulkan agar mencapai target PBB. PBB ini sangat mendukung PAD dan mendokrak pertumbuhan pembangunan. Target bulan September harus capai target, harapnya camat dan desa harus sinergi dan kompak untuk optimis kita akan sesuai dengan target, karena di tahun 2019,2020 dan 2021 pencapaian sesuai dengan target, untuk tahun 2022 kami optimis akan sesuai dengan target juga,” harapnya.

Para camat, lurah dan kepala desa/PJ saat ikuti rapat PBB

Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang Yuliadi Setiawan juga menyampaikan pemanggilan Camat dan Kades itu untuk evaluasi bersama, terkait realisasi PBB tahun 2022
yang harus dilunasi seratus persen. Mengingat, Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagian besar dari PBB.

“Karena sampai saat ini realisasi PAD dari sektor pajak bumi dan bangunan (PBB) minim dan masih jauh dari target yang telah ditetapkan pemerintah daerah,” tuturnya.

Sekda menyampaikan bahwa selama ini banyak permasalahan yang dihadapi oleh kecamatan dan desa dalam melakukan penagihan pajak kepada masyarakat.

“Mulai dari permasalahan administrasi hingga perubahan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) yang tidak dilaporkan ke BPPKAD,” katanya

Dari data yang ada tingkat pembayaran yang paling tinggi ada di Kecamatan Kedungdung yakni, dari pagu Rp. 670.510.860 realisasi Rp.285.540.530 atau 42,43 persen.

“Sementara, realisasi paling rendah ditempati Kecamatan Omben yang hanya mencapai 2,41 persen dari pagu Rp. 628.873.903 realisasi Rp. 15.163.595,” jelasnya.

Dan perlu diketahui bahwa data dari Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah (BPPKAD) Sampang menyebutkan, pemerintah daerah menargetkan PAD sektor PBB perdesaan dan perkotaan tahun 2022 sebesar Rp 9.422.469.570. Namun, hingga 13 Juli realisasinya baru mencapai Rp 1.168.141.754 atau sekitar 12,40 persen.

Dan berikut data target dan realisasi PAD sektor PBB di masing-masing kecamatan di Sampang per 13 Juli 2022.

  1. Kecamatan Sampang : Pagu Rp 1.199.587.598; realisasi Rp 107.275.160 (8,94) persen.
  2. Kecamatan Torjun : Pagu Rp 448.360.459; realisasi Rp 29.652.558 (6,61) persen.
  3. Kecamatan Pangarengan : Pagu Rp 523.067.688; realisasi Rp 45.061.729 (8,61) persen.
  4. Kecamatan Jrengik : Pagu Rp 449.517.934; realisasi Rp 34.768.047 (7,73) persen.
  5. Kecamatan Camplong : Pagu Rp 1.195.305.391; realisasi Rp 64.853.272 (5,42) persen.
  6. Kecamatan Kedungdung : Pagu Rp 670.510.866; realisasi Rp 284.540.530 (42,43) persen.
  7. Kecamatan Ketapang : Pagu Rp 780.474.847; realisasi Rp 273.896.311 (35,09) persen.
  8. Kecamatan Tambelangan : Pagu Rp 453.709.680; realisasi Rp 99.887.624 (22,01) persen.
  9. Kecamatan Karang Penang : Pagu Rp 490.282.294; realisasi Rp 61.818.488 (12,60) persen.
  10. Kecamatan Robatal : Pagu Rp 429.346.288; realisasi Rp 37.026.772 (8,62) persen.
  11. Kecamatan Sokobanah : Pagu Rp 742.236.957; realisasi Rp 57.019.069 (7,68) persen.
  12. Kecamatan Sreseh : Pagu Rp 562.430.550; realisasi Rp 30.556.850 (5,43) persen.
  13. Kecamatan Banyuates : Pagu Rp 848.762.215; realisasi Rp 26.621.749 (3,13) persen.
  14. Kecamatan Omben : Pagu Rp 628.873.903; realisasi Rp 15.163.595 (2,41) persen. (Elly).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *