Wartawan Jangan Takut dan Tetap Profesional, Tunjukkan Ketajaman Tulisan

oplus_0

Ekspos.id, Pamekasan — Mantan wartawan memorandum.com, Abdus Salam Sah, menyampaikan pengalamannya ketika dia menjadi jurnalis, di acara pertemuan bulanan Komunitasa Jurnalis Jawa Timur (KJJT) Wilayah Pamekasan, rumah Lutfi Rizal Desa Plakpak Kecamatan Pegantenan Kabupaten Pamekasan. (03/01/2026)

Abdus Salam Sah, menegaskan bahwa keberanian dan ketajaman tulisan  merupakan jantung profesi wartawan. Dalam berbagai kesempatan, ia menilai bahwa wartawan sejati tidak boleh kehilangan daya kritis hanya karena tekanan kekuasaan, kepentingan, atau intimidasi.

“Wartawan itu diuji bukan saat menulis hal yang menyenangkan, tapi ketika mengungkap fakta yang tidak ingin dibuka. Di situlah profesionalisme diuji,” tegas Abdus Salam Pengurus LBH PUSARA.

Menurutnya, tugas utama pers menyuarakan kebenaran, bukan sekadar menjadi pengeras suara pejabat atau pemilik modal. Ketajaman tulisan, kata dia, lahir dari keberanian menggali data, memverifikasi informasi, dan menyajikannya secara jujur kepada publik bukan sebaliknya.

Ia juga mengingatkan bahwa wartawan tidak boleh takut selama bekerja sesuai kode etik dan undang-undang pers. Profesionalisme kunci utama untuk menghadapi segala bentuk tekanan.

“Kalau data kuat, fakta lengkap, dan berita ditulis berimbang, wartawan tidak perlu takut pada siapa pun. Justru yang perlu takut sebenar mereka yang menyembunyikan kebenaran,” ujar Ketua Persatuan Sepak Bola Pantura Pamekasan.

Abdus Salam menilai di era digitalisasi, apalagi dengan adanya meta IA, sekarang banjir informasi dan maraknya hoaks, peran wartawan profesional semakin penting. Ketajaman analisis dan keberanian mengungkap realitas menjadi benteng terakhir bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi yang benar.

Ia pun mendorong Wartawan yang tergabung dengan KJJT di Wilayah Pamekasan termasuk Madura, agar tidak minder dan tidak tunduk pada kekuasaan lokal.

“Daerah ini butuh pers yang kuat. Wartawan jangan hanya rajin datang ke acara seremonial, tapi harus berani membongkar masalah publik dari pelayanan buruk, penyalah gunaan anggaran mulai dari Pusat, Provinsi, Kabupaten, Desa, bahkan sekecil apapun praktik yang merugikan rakyat,” ucap mantan wartawan memorandum & harian Bangsa

Di akhir pernyataannya, Abdus Salam menyerukan agar insan pers terutama wartawan yang tergabung di Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) Pamekasan terus meningkatkan kapasitas diri melalui literasi, pelatihan, dan sertifikasi kompetensi, agar ketajaman tulisan sejalan dengan kualitas dan integritas.

“Pers yang tajam, berani, dan profesional adalah pilar demokrasi. Jangan biarkan ketakutan mematikan nurani jurnalistik,” pungkasnya.

Pertemuan tersebut alhamdulillah bisa mengumpulkan uang sebesar sementara Rp. 1.375.000

Open Donasi Umum

Bagi Mas Alex Wartawan Anggota KJJT Wilayah Pamekasan

Sedang sakit Ginjal dan jantung di RS AL Surabaya, Mohon sambungan do’a semoga Allah cepat mengangkat penyakitnya dan Sehat lagi.

Dukungan kepada keluarga yang mendampingi 

1. Cak Ma’el Ketua Rp. 100

2. Khairul Anam ketua AJP Rp. 150

3. Abdus Salam Sah Rp.500 

4. Halik & Ima Rp. 50

5. Amsiruddin Rp. 50

6. Fauzi Rp. 50

7. Saji+Lutfi.R Rp. 50

8. BBG Rp. 100

9. Apin Pasuruan Rp. 75

10.  Naning malang Rp. 50

11. Muhdar Rp. 100

12. Busamat Detikterkini Malang 100

Rekening langsung ke BCA 1921332101 a/n Alex. Semoga cepat Sehat lagi dan keluarganya diberi ketabahan serta kesabaran, Amien

Semoga Allah yang membalas segalanya atas Bantuannya

Sumber: Divisi Humas Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) Pamekasan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *