Ekspos.id, Kabupaten Tolikara – Yang saya hormati, Presiden dan jajaran Dewan Pimpinan Pusat LIRA, Para pimpinan DPW dan DPD LIRA se-Indonesia, Para tokoh Ormas, perwakilan pemerintah, serta seluruh peserta Rakernas II LIRA yang berbahagia, 05 Januari 2026 | 21:00 WIB
Sebagai Kepala Daerah di Tanah Papua, kami menyambut baik tema yang diangkat dalam Forum Rakernas II LIRA, yakni “Ormas dan Pemerintah Menguatkan Partisipasi Publik dalam Pembangunan Nasional.”
Ormas dan Pemerintah merupakan dua pilar utama dalam memperkuat partisipasi publik. Dalam konteks ini, Ormas ternasuk LIRA Diharapkan memiliki peran strategis sebagai jembatan aspirasi rakyat.
Ketika kedua pilar ini berjalan beriringan untuk memajukan kepentingan publik yang paling mendasar bukan saling mencurigai, melainkan saling melengkapi dan saling menguatkan.
Dalam pandangan saya selaku Kepala Daerah di Tanah Papua, kedudukan Rakernas kali ini menjadi ruang strategis untuk mendengarkan suara daerah secara jujur dan objektif, tidak semata-mata dari sudut pandang kepentingan pusat, tetapi dengan melihat secara sungguh-sungguh realitas penyelenggaraan pembangunan diseluruh daerah secara nasional.
Bahwa telah terjadi ketidakpastian rumusan pembangunan daerah, yang sebelumnya melibatkan kemandirian Daerah untuk menyusun rencana pembangunan yang dibiayai dari Hak Keuangan yang di rencanakan secara mandiri, melalui hak pengelolaan yang disusun pada basis aspirasi masyarakat daerah.
Namun saat ini, hak keuangan daerah tersebut, tidak lagi berada di tangan Daerah, melainkan dikendalikan sepenuhnya dalam rezim keuangan terpusat di tangan Kementerian.
Namun disepanjang Tahun 2025 terakhir, Rakyat di Daerah menyaksikan: Terjadi Pengecilan dan pengurangan instrumen keuangan daerah,
Pemangkasan dana transfer, termasuk pengurangan Dana Otonomi Khusus, Serta meningkatnya ketergantungan daerah pada skema fiskal yang semakin kompetitif dan bersyarat – yang ditentukan Kementerian Pusat.
Oleh karena itu, saya memandang Rakernas II LIRA sebagai forum yang sangat tepat untuk:
Pertama, menempatkan kajian yang jujur dan objektif terhadap kebijakan fiskal nasional terkini, termasuk perubahan pola alokasi anggaran serta implikasinya terhadap Undang-Undang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD).
Kedua, mengevaluasi dampak nyata dari pemangkasan anggaran, tidak semata-mata pada angka-angka APBD, tetapi juga pada kualitas pelayanan publik, kapasitas fiskal daerah dalam menuntaskan pembangunan infrastruktur dasar.
Ketiga, belajar dari praktik-praktik terbaik (best practices) daerah lain yang mampu bertahan melalui efisiensi anggaran, dengan melakukan penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) (pada aspek yang lain – ada harapan peningkatan PAD – tidak menambah beban masyarakat di daerah).
Pada akhirnya, forum ini harus menjadi ruang dialog kebijakan yang setara — bukan monolog dari pusat, dan bukan pula sekadar ruang keluhan daerah— melainkan wadah untuk melahirkan solusi nyata – yang mampu meredakan ketegangan serta memperkuat hubungan pusat dan daerah secara berkelanjutan.
Melalui Forum Rakernas II LIRA ini, kami menitipkan pesan bahwa Pembangunan nasional yang kuat hanya mungkin terwujud apabila daerah merasa didengar, dihargai, dan dilibatkan secara bermakna.. Dan di sinilah peran strategis Ormas seperti LIRA.
Semoga Rakernas II LIRA ini menjadi titik temu kepentingan rakyat dan negara, serta melahirkan gagasan besar demi Indonesia yang adil, inklusif, dan berkeadilan dari pusat hingga ke daerah terjauh di Republik Ini.
Salam Cinta, Kasih dan Damai, Dari Ummat Tuhan di Negeri Matahari Terbit – Tanah Papua.
Tuhan memberkati kita semua.
Willem Wandik S.Sos
Bupati Tolikara 2025-2030
