Ekspos.id, Malang, – Semarak budaya dan hiburan rakyat menyatu dalam pembukaan Pagentan Holiday Festival (PHF) Vol. 4 yang berlangsung di Lapangan Tumapel, Kelurahan Pagentan, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Sabtu (30/5/2026). Ratusan warga memadati lokasi acara untuk menyaksikan festival tahunan yang digelar dalam rangka menyambut musim liburan sekolah.
Sejak sore hari, kawasan festival telah dipenuhi masyarakat yang antusias menikmati rangkaian kegiatan. Acara resmi dimulai dengan penyambutan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Singosari oleh panitia melalui prosesi pengalungan selempang festival sebagai simbol penghormatan sekaligus tanda dimulainya perhelatan budaya tersebut.
Hadir dalam kesempatan itu Camat Singosari Wellem S.Sos., S.Ling., Lurah Pagentan Arga Kuncara, Polsek Singosari AKP Riswanto, Koramil Singosari Serka Rahmat Bintoro, Babinsa Kelurahan Pagentan Koptu Prasetia, UPT Dishub Singosari Taufik, Kabid Linmas Satpol PP Kabupaten Malang Asri Wulandari S.Stp, serta sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda kelurahan Pagentan.
Prosesi pembukaan diawali dengan arak-arakan jeep yang membawa unsur Muspika menuju lokasi acara. Selanjutnya, seluruh peserta mengikuti upacara pembukaan yang diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan doa bersama dan sambutan dari para tamu undangan.
Dalam sambutannya, Camat Singosari Wellem memberikan apresiasi kepada Karang Taruna Kelurahan Pagentan yang dinilai mampu menjaga konsistensi penyelenggaraan festival sekaligus menghadirkan ruang kreativitas bagi generasi muda.
Menurutnya, PHF menjadi bukti nyata bahwa pemuda memiliki peran penting dalam menggerakkan kegiatan positif yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.
Kemeriahan mencapai puncaknya saat puluhan penari menampilkan tari kolosal bertema asal-usul Tari Gandrung. Penampilan yang memadukan gerakan artistik, kostum warna-warni, serta iringan musik tradisional sukses memukau ratusan pasang mata yang memadati area festival.
Sorak kagum penonton semakin terdengar ketika para penari turun dari panggung dan berbaur bersama masyarakat. Dengan membawa selendang khas Gandrung, mereka mengajak pengunjung ikut menari bersama, menciptakan suasana hangat yang penuh kebersamaan.
Tidak hanya menyajikan hiburan, festival ini juga menjadi sarana pelestarian seni dan budaya lokal. Berbagai pertunjukan tradisional yang ditampilkan diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya bangsa.
Usai pembukaan, rombongan Forkopimcam bersama panitia berkeliling meninjau stan UMKM dan jajanan rakyat yang turut meramaikan festival. Beragam produk kreatif dan kuliner khas masyarakat menjadi daya tarik tersendiri sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi warga.
Dengan mengusung semangat budaya, kreativitas, dan pemberdayaan masyarakat, Pagentan Holiday Festival Vol. 4 diharapkan terus berkembang menjadi agenda tahunan unggulan yang mampu mengangkat potensi wisata, seni, dan ekonomi kreatif di wilayah Singosari. (Nng)
