Ekspos.id, Pamekasan, — Pondok Pesantren (Ponpes) Darut Tauhid Al Hasani yang berlokasi di Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, kembali mencatatkan prestasi generasi Qurani yang membanggakan. Sebanyak 39 santri resmi diwisuda dalam agenda Wisuda Tahfidz Al-Qur’an dan Akademik Santri, dengan capaian hafalan Al-Qur’an 10, 20, dan 30 juz, serta penguasaan Juz Amma, Kitab Imrithi, Kitab Bahasa Arab, dan Kitab Bahasa Inggris.
Prosesi wisuda berlangsung khidmat dan penuh haru di lingkungan Pondok Pesantren Darut Tauhid Al Hasani. Acara tersebut dihadiri oleh pengasuh pesantren, dewan pengasuh, Kementrian yang di wakili kemenag Jawa Timur, Kemenag Pamekasan, Ketua DPRD & Anggota DPRD Pamekasan, CEO PT Bawang Mas Group H Her, dewan asatidz, wali santri, tokoh masyarakat, serta para undangan dari berbagai kalangan. Suasana bangga tampak jelas menyelimuti seluruh rangkaian acara, sebagai wujud syukur atas perjuangan panjang para santri dalam menuntut ilmu agama.
RKH. Muhammad Bakir Hasan Amnitullah Pengasuh Ponpes Darut Tauhid Al Hasani dalam sambutannya menegaskan bahwa wisuda ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bukti keberhasilan sistem pendidikan pesantren yang mengedepankan keseimbangan antara hafalan Al-Qur’an, pendalaman kitab salaf, serta penguasaan bahasa Arab dan Bahasa Inggris sebagai bekal dakwah dan kehidupan santri di masa depan emas.
“Menghafal Al-Qur’an hingga 30 juz, memahami Kitab Imrithi, serta menguasai Bahasa Arab dan Bahasa Inggris membutuhkan kesungguhan, kedisiplinan, dan keikhlasan. Ini adalah buah dari perjuangan santri dan bimbingan para asatidz yang istiqamah,” ungkapnya.
Dari total 39 santri yang diwisuda, sejumlah santri berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an, sebagian 20 juz, dan 10 juz, sementara santri lainnya menuntaskan hafalan Juz Amma. Selain itu, para santri juga diuji kemampuan membaca dan memahami Kitab Imrithi sebagai dasar ilmu nahwu dan sharaf, yang menjadi fondasi penting dalam memahami literatur keislaman berbahasa Arab.
Tak hanya fokus pada keilmuan klasik, Ponpes Darut Tauhid Al Hasani juga memberikan perhatian serius pada penguasaan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Kedua bahasa tersebut diajarkan secara terstruktur agar santri mampu berkomunikasi, berdakwah, dan bersaing di tengah tantangan global tanpa meninggalkan identitas keislaman dan kepesantrenan.
Abdurrahman wali santri dari Kalimantan Barat yang hadir mengaku terharu dan bangga atas pencapaian putra mereka. Mereka menilai Pondok Pesantren Darut Tauhid Al Hasani tidak hanya mencetak santri penghafal Al-Qur’an, tetapi juga membentuk karakter, akhlak, kemandirian, serta kedisiplinan hidup yang kuat.
Sahli Syakur Salah satu santri wisudawan menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada para guru dan pengasuh pesantren.
“Kami dibimbing bukan hanya untuk hafal, tetapi juga untuk memahami, mengamalkan, dan menjaga Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Melalui wisuda ini, Ponpes Darut Tauhid Al Hasani Palpetto’ Plakpak menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak mulia, serta siap mengabdi kepada umat dan bangsa. Pihak pesantren berharap para alumni dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, berperan aktif di tengah masyarakat, serta menjadi penjaga nilai-nilai Al-Qur’an di mana pun berada.
Dengan capaian tersebut, Ponpes Darut Tauhid Al Hasani semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam di Kabupaten Pamekasan yang konsisten melahirkan santri berprestasi, unggul dalam hafalan, kuat dalam keilmuan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. (Lidi)
