Sambut Gus Iqdam, Ketua PGI Kabupaten Malang Ajak Generasi Muda Petik Hikmah dari Tragedi Kanjuruhan

Ekspos.id, Malang, – Ribuan jamaah memadati Stadion Gajayana, Kota Malang, Selasa (2/6/2026) malam, dalam kegiatan doa bersama yang menghadirkan Gus Iqdam. Acara tersebut digelar sebagai rangkaian peringatan Hari Bhayangkari sekaligus menjadi momentum mengenang dan mendoakan para korban Tragedi Kanjuruhan.

Ketua Persatuan Golf Indonesia (PGI) Kabupaten Malang, Adtya Eka Putra, turut hadir mendampingi Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib, dalam penyambutan Gus Iqdam sebelum acara berlangsung.

Saat ditemui awak media, Aditya menilai kegiatan tersebut memiliki makna yang sangat mendalam bagi masyarakat Malang. Menurutnya, selain menjadi bagian dari peringatan Hari Bhayangkari, doa bersama juga merupakan bentuk kepedulian terhadap para korban Tragedi Kanjuruhan yang sebagian besar berasal dari kalangan generasi muda.

Ia mengapresiasi inisiatif Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana, yang dinilai menunjukkan perhatian besar kepada masyarakat Malang, khususnya keluarga korban Kanjuruhan.

“Ini merupakan bentuk kepedulian yang luar biasa. Sebagai generasi muda yang berkecimpung di dunia olahraga, kami sangat mengapresiasi kegiatan yang mengedepankan nilai kemanusiaan dan kebersamaan seperti ini,” ujar Aditya.

Menurutnya, kehadiran Gus Iqdam juga menjadi daya tarik tersendiri karena sosok pendakwah muda tersebut dikenal dekat dengan berbagai kalangan, terutama anak muda. Gaya dakwah yang sederhana dan mudah dipahami membuat pesan-pesan yang disampaikan mampu diterima dengan baik oleh jamaah.

Suasana Stadion Gajayana malam itu pun dipenuhi nuansa haru. Lantunan doa yang dipanjatkan bersama menjadi bentuk ikhtiar dan penghormatan bagi para korban yang telah berpulang.

Aditya berharap seluruh doa yang dipanjatkan dapat menjadi kebaikan bagi para almarhum dan almarhumah serta memberikan ketenangan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa Tragedi Kanjuruhan harus menjadi pelajaran berharga bagi seluruh masyarakat. Kecintaan terhadap olahraga dan klub kebanggaan boleh diwujudkan dengan semangat yang tinggi, namun harus tetap mengutamakan keselamatan serta tidak merugikan pihak lain.

“Pesan yang disampaikan Gus Iqdam malam ini sangat relevan. Fanatisme boleh ada, tetapi jangan sampai menimbulkan mudarat. Semoga kejadian yang pernah terjadi menjadi pembelajaran bersama agar ke depan seluruh elemen masyarakat semakin mengedepankan keselamatan, persaudaraan, dan rasa saling menghormati,” pungkasnya. (Nng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *