Aktivis Persatuan Alumni GMNI Menyikapi Kondisi Petani dan Peternak Sapi Gresik Selatan

Ekspos.id, Gresik – Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Kabupaten Gresik mengadakan diskusi dengan tema petani mandiri yang dihadiri oleh Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PA GMNI Kabupaten Gresik Bapak Fajar Mauladan, SH dan Ketua Asosiasi Peternak Sapi Gresik Bapak Abdul Jalil, Minggu, 22-10-2023.

Abdul Jalil mengatakan, “petani dan peternak harus sadar akan kondisinya dan harus ada langkah yang edukatif untuk petani dan peternak agar dikemudian hari kalau terjadi permasalahan dibidang pertanian dan peternakan akan lebih efektif efesien penanganannya, pemerintah daerah harus hadir dalam mengatasi permasalahan ini” ungkapnya.

Ditempat yang sama Fajar Mauladan, SH mempertanyakan dimanakah peran aktif pemerintah kabupaten Gresik dalam penanganan permasalahan pertanian dan peternak sapi di wilayah Gresik Selatan yang semakin hari semakin merosot hasil produktifitas pertaniannya dan kondisi para peternak sapi yang menghadapi virus wabah penyakit hewan menular bersifat akut atau foot and mout disease (FMD) atau yang kita kenal dengan istilah PMK.

“Harusnya pemerintah kabupaten Gresik berperan aktif serta responsif terhadap kondisi para petani dan peternak sapi di wilayah Gresik selatan ini, sangat ironis ketika Bupati terpilih pada saat itu menggunakan jargon perubahan tapi tidak ada perubahan yang signifikan terhadap para petani dan peternak sapi di wilayah Gresik selatan, harusnya Bupati Gresik melalui dianas pertanian kabupaten Gresik membuat kebijakan-kebijakan yang didalamnya ada formula untuk menyelamatkan petani dan peternak sapi agar hasil produktifitasnya meninggkat dengan cara menggenjot sosialisasi di tingakatan Gapoktan dan Poktan, langkah tersebut sebagai langkah preventif pemerintah kabupaten Gresik, kalau kemudian ini tidak kunjung dilakukan oleh pemerintah kabupaten Gresik maka kondisi akan permasalahan pertanian dan peternak sapi akan semakin parah, hal ini akan mempengaruhi perekonomian para petani dan peternak sapi sebab mereka hidupnya mengandalkan dari hasil bertani dan berternak sapi, nah kalau ini dibiarkan maka lama kelamaan masyarakat Gresik selatan akan mengeluarkan mosi tidak percaya terhadap Bupati Gresik” ungkap Ketua DPC PA GMNI Gresik.

Dari hasil diskusi yang diselenggarakan oleh DPC PA GMNI Gresik bersama Asosiasi Peternak Sapi Gresik menghasilkan beberapa rekomendasi terkait para petani dan peternak sapi di Gresik kususnya di Gresik selatan:

1). Bupati Gresik melalui dinas pertaniannya harus menggenjot sosialisasi formula teknologi pertanian dan peternakan.

2). Bupati Gresik harus berperan aktif serta responsif terhadap permasalahan pertanian dan peternakan sapi di kabupaten Gresik.

3). Bupati Gresik segera wujudkan janji-janji politiknya di wilayah Gresik selatan.

Persatuan Alumni GMNI dan Asosiasi Peternak Sapi Gresik berharap pemerintah Kabupaten Gresik betul-betul hadir membantu para petani dan peternak sapi khususnya di Gresik Selatan. (Adit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *