Ekspos.id, Pamekasan, — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Timur membuka secara langsung Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PPP dari 13 kecamatan se-Kabupaten Pamekasan. Kegiatan tersebut berlangsung di Lembaga Pendidikan Pondok Pesantren Darut Tauhid Al-Islami Al-Hasani, Palpettok, Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, Minggu (16/8/2026).
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Ketua DPW PPP Jawa Timur, H. Arif Winarko, hadir dalam kegiatan yang menjadi bagian penting konsolidasi organisasi tersebut. Musancab diharapkan mampu menjadi momentum kebangkitan kembali mesin politik PPP di Kabupaten Pamekasan.
Dalam sambutannya, H. Arif Winarko menegaskan bahwa konsolidasi di tingkat kecamatan harus menjadi titik awal untuk memperkuat struktur, menyatukan kader, serta mengembalikan kejayaan PPP.
“Dengan adanya Musancab 13 kecamatan ini, kami berharap PPP Pamekasan kembali bangkit, membawa kemajuan, dan pada akhirnya kembali ke Senayan,” ujar H. Arif Winarko di hadapan para kader.
Ia menilai PPP merupakan partai yang memiliki sejarah panjang dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat. Karena itu, seluruh kader, pengurus dan simpatisan diminta tidak kehilangan semangat untuk membesarkan partai berlambang Ka’bah tersebut.
Menurutnya, kekuatan PPP tidak hanya berada pada struktur kepengurusan, tetapi juga pada soliditas kader hingga tingkat bawah. Konsolidasi organisasi harus dibarengi dengan perjuangan nyata terhadap kepentingan rakyat.
“PPP harus mampu membawa perubahan, kesejahteraan bagi rakyat, sekaligus kemajuan bagi partai. Seluruh kader harus solid memperjuangkan hak-hak rakyat hingga ke Senayan,” tegasnya.
H. Arif juga menyampaikan target politik PPP untuk Pemilu 2029. Ia berharap partai tersebut mampu kembali mendapatkan kepercayaan masyarakat dan memiliki keterwakilan di parlemen.
“Target kita pada 2029, PPP harus kembali ke Senayan,” katanya.
Soroti Kepemimpinan Ra Bakir Hasan
Dalam kesempatan tersebut, H. Arif Winarko juga memberikan dukungan terhadap kepemimpinan Ra Bakir Hasan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kabupaten Pamekasan.
Ia menilai PPP Pamekasan memiliki peluang besar untuk bangkit dengan hadirnya kepemimpinan muda yang dinilai visioner, kreatif dan mampu membaca perkembangan politik.
Konsolidasi melalui Musancab 13 kecamatan dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat fondasi organisasi sekaligus menyusun kekuatan menghadapi agenda politik mendatang.
H. Arif bahkan menyerukan kepada seluruh kader PPP di Pamekasan agar mengawal dan memberikan dukungan terhadap Ra Bakir Hasan untuk maju sebagai Bupati Pamekasan pada Pemilu 2029.
Seruan tersebut disampaikan langsung di hadapan kader dan pengurus PPP dalam suasana konsolidasi organisasi.
“Insyaallah, kita kawal Ra Bakir Hasan untuk menjadi Bupati pada 2029,” seru H. Arif dalam orasinya yang disambut antusias kader.
Musancab 13 kecamatan ini pun tidak sekadar menjadi forum pergantian atau penataan kepengurusan di tingkat anak cabang. Lebih dari itu, forum tersebut menjadi panggung konsolidasi politik PPP Pamekasan untuk menyusun kembali kekuatan dari tingkat bawah.
Dengan struktur organisasi yang semakin solid, kepemimpinan DPC yang baru, serta dukungan DPW Jawa Timur, PPP Pamekasan dituntut membuktikan bahwa partai berlambang Ka’bah tersebut masih memiliki kekuatan untuk kembali menjadi kekuatan politik yang diperhitungkan di Pamekasan maupun Jawa Timur.
Kini tantangannya bukan sekadar membangun struktur, tetapi bagaimana PPP mampu merebut kembali kepercayaan rakyat menuju Pemilu 2029.