Halal Bihalal “Klangenan” Dan HUT Rendra Kresna Jadi Ajang Silaturahmi Tokoh Malang Raya

Ekspos.id, Malang, — Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan terasa di Warung Tani Dermo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Kamis (2/4/2026). Mantan Bupati Malang dua periode, , menggelar acara Halalbihalal sekaligus tasyakuran Milad ke-64 yang dikemas dengan tajuk “Klangenan”.

Kegiatan yang diinisiasi melalui wadah “Rumah Kita” itu menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus mempertemukan berbagai tokoh lintas latar belakang di wilayah Malang Raya. Tidak hanya sebagai ajang temu kangen, acara tersebut juga menghadirkan semangat rekonsiliasi dan kebersamaan di tengah dinamika kehidupan sosial dan politik.

Sejumlah tokoh penting tampak menghadiri acara tersebut, di antaranya Wali Kota Malang Wahyu Hidayat , Wakil Wali Kota Malang  Ali Muthohirin, Abah Anton mantan Wali Kota Malang , Sri Rahayu  Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Kerakyatan DPP PDI Perjuangan , DPRD kota dan kabupaten serta  sejumlah tokoh masyarakat, akademisi, aktivis, pengusaha, dan perwakilan media.

Momentum puncak acara ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas bertambahnya usia Rendra Kresna. Meski hari ulang tahunnya jatuh pada 22 Maret lalu, ia memilih bulan Syawal sebagai waktu yang tepat untuk berkumpul bersama para sahabat dan kolega.

Dalam sambutannya, Rendra menjelaskan bahwa istilah “Klangenan” menggambarkan sesuatu yang memiliki nilai kedekatan emosional—sebuah kerinduan untuk kembali merajut kebersamaan.

“Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, sering kali kita justru merasa semakin jauh satu sama lain. Karena itu, pertemuan seperti ini penting untuk menjaga rasa kebersamaan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak memiliki agenda politik praktis. Menurutnya, forum “Rumah Kita” hadir sebagai ruang bersama untuk membicarakan masa depan Malang Raya secara menyeluruh.

“Yang kita pikirkan adalah kepentingan Malang Raya. Bukan hanya Kota Malang, Kabupaten Malang, atau Kota Batu secara terpisah, tetapi sebagai satu kesatuan wilayah,” kata Rendra.

Sementara itu, salah satu penggagas kegiatan, Safril Mawardi atau Caping, menjelaskan bahwa “Rumah Kita” pertama kali dibentuk pada 2014. Forum tersebut lahir dari keprihatinan atas situasi politik yang sempat memanas setelah Pilkada Kabupaten Malang kala itu.

Melalui wadah tersebut, sejumlah tokoh berupaya meredam ketegangan sekaligus membangun ruang dialog yang inklusif bagi berbagai kelompok masyarakat.

“Prinsipnya sederhana, perbedaan tidak boleh menjadi alasan untuk terpecah. Justru harus menjadi kekuatan untuk membangun daerah,” jelas Safril.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, turut menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Rendra Kresna. Ia menilai sosok Rendra sebagai figur senior yang memiliki pengalaman panjang dalam pemerintahan dan pembangunan daerah.

Menurut Wahyu, pengalaman tersebut sangat penting sebagai referensi dan masukan bagi generasi pemimpin saat ini.

“Semoga beliau selalu diberi kesehatan dan terus memberikan kontribusi pemikiran bagi kemajuan Malang,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Rendra Kresna mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat kolaborasi, terutama dalam menghadapi berbagai pembangunan infrastruktur yang akan menghubungkan kawasan Malang Raya.

Ia menekankan bahwa sinergi antarwilayah menjadi kunci agar pembangunan tidak hanya terpusat di satu daerah, melainkan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat.

Melalui kegiatan Halalbihalal “Klangenan” ini, pesan kebersamaan terasa kuat. Di tengah berbagai perbedaan yang ada, para tokoh Malang Raya menunjukkan bahwa persatuan dan kerja sama tetap menjadi fondasi utama untuk membangun daerah yang lebih maju dan harmonis. (Nng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *