Himbuan Bagi PKL Untuk Tidak Lakukan Aktifitas Berjualan Dalam Acara Pernikahan Putri Bupati Sampang, Ini Kata Kasat Polpp

Surat himbuan dari Polpp bagi para PKL.

Ekspos.id, Sampang- Himbauan bagi PKL menjelang resepsi hari pernikahan putri Bupati Sampang yang akan dilaksanakan pada hari Selasa 19 Juli 2022, telah beredar untuk disebarkan kepada para PKL yang berada di sekitar Pendopo Kab.Sampang.

Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Sampang Drs. Suryanto MM, Saat dikonfirmasi membenarkan adanya himbuan dengan surat 12 juli 2022 nomor 338/244/434.210/2022
kepada PKL yang berjualan di sekitar Pendopo Bupati Sampang untuk sementara tidak berjualan di sekitar yang akan di tempati acara Pernikahan Putri Bupati Sampang Pada Hari Selasa tanggal 19 Juli 2022 nanti,” jelas Suryanto, Jum’at ( 15/07/2022).

Suryanto menambahka, warga yang Berjualan di Pujasera,jl Jamaluddin,jl Wahid Hasim Dan khususnya di sekitar Pendopo Bupati, Jalan Wijaya sudah diberikan peringatan dan imbauan terkait mekanisme dan kebijakan dalam pernikahan Putri bapak Bupati, dan atas pemberian atau imbauan tersebut warga yang berjualan memahami dan mengerti untuk tidak beraktifitas sementara waktu.

“Sosialisasi ke warga Untuk tidak beraktifitas untuk berjualan pada pedagang Kaki lima (PKL) sudah kami lakukan Dari kemarin dan sekarang,’tambahnya.

Suryanto menjelaskan bahwa sebenarnya dari aturan para pedagang yang berjualan di area trotoar itu jelas Tidak boleh.

“Sebenarnya Gak boleh …mas, jualan di trotoar namun kebaikan Bupati sudahlah biarkan orang mencari makan namun sewaktu waktu mereka siap untuk tidak berjualan ,” jelas Suryanto.

Perlu di ketahui bahwa acara penertiban dan pengosongan dan mensterilkan para pedagang Pada tanggal 17 -19 Juli 2022 sudah tidak ada di Aria sekitar Pendopo Kab. Sampang.

Sementara Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), M. Barrul Alim menyampaikan dalam acara pernikahan putri Bupati akan libatkan sebagian para pedagang dari UKM plus dari paguyuban penjual pentol keliling serta pedangang di pujasera untuk penyedia komsumsi.

Hal ini Bupati tetap merangkul sebagian para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Sampang yang di pilih dan sudah dinilai layak oleh Penitia untuk hajatan tersebut. Dalam pemilihan tersebut sudah berproses mulai berapa minggu yang lalu sekarang sudah final,” jelasnya.

Semua itu dilakukan agar para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Sampang dalam usahanya tetap berjalan dan ekonomi juga berjalan.(Elly)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *