Pengayuh Becak di Sampang Menjadi Tamu Allah Untuk Tahun 2022

Ekspos.id, Sampang – Tidak memandang kaya atau miskin, kalau itu sudah takdir pasti akan berangkat untuk menjadi tamu Allah di tanah suci Mekah. Seperti Holili Addrae Sai (60),warga Jalan Permata, Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang yang berkeseharian sebagai tukang becak, terkonfirmasi sebagai jamaah haji Sampang tahun 2022.

Holili Addrae Sai mendaftar sebagai calon jamaah haji pada tahun 2011 silam bersama istrinya yang bernama Busideh. Namun atas kehendak Allah, dalam masa tunggu haji, sang istri terlebih dahulu tutup usia dan meninggalkannya.

Sementara Holili Addrae menyatakan dalam kerja kerasnya sebagai tukang becak hingga perjuangannya mulai dari mendaftar sebagai calon jamaah haji dan ditetapkan berangkat tahun ini. Dan selain dapat panggilan Allah, juga ini merupakan peran almarhumah istrinya sangatlah besar dalam mewujudkan mimpi keduanya untuk menunaikan rukun Islam yang ke 5 ke tanah suci. Istrinya teramat telaten menyisihkan sepeser rupiah hasil peluhnya,” Ucap Holili , salasa (14/06/2021)

” Terus terang kami hanya bekerja keras memeras keringat mengayuh becak setiap hari, tapi almarhum istri saya yang begitu telaten menyisihkan sedikit demi sedikit uang sisa dari kebutuhan hidup sehari-hari,” ucapnya.

Sementara saat Holili, mengenang perjuangannya bersama sang istri, Ia sesekali tak kuasa menahan tangis sembari terus menceritakan kisah almarhumah yang mengajak, menguatkan, dan meyakinkannya untuk mendaftar haji meski dengan kondisi ekonomi yang alakadarnya.

“Penghasilan mecak perhari hanya Rp. 30-50 ribu, itupun tidak menentu. Selain itu, saya juga bekerja sebagai kuli ikan dengan penghasilan yang tak seberapa. Istri saya rajin menabung mengumpulkan, dan dibelikan beberapa gram mas,” jelasnya

Tiba di satu waktu, ia dan istrinya mendapatkan rejeki arisan dan memutuskan untuk menjual semua barang-barang yang selama ini telah dikumpulkan untuk biaya pendaftaran haji. Mulanya sempat ragu, namun sang istri kembali menguatkan dan meyakinkan.

“Saya dapat arisan dan ayo emas ini jual. Ayo daftar haji, tidak apa dengan niat, insyaAllah siapa tahu Allah mengasihani dan Allah cukupkan,” papar Holili mengulang ucapan mendiang istrinya.

Bermodal keyakinan, kedua pasangan suami istri itu mendaftar haji pada tahun 2011. Namun Allah berkendak lain, istrinya meninggal dunia pada tahun 2019 karena sakit, sebelum ia dihubungi pelunasan haji pada tahun 2020.

“Istri saya meninggal beberapa bulan sebelum penatapan, tahun 2020 dikonfirmasi berangkat, tapi karena pandemi jadi ditunda, dan alhamdulillah bisa berangkat tahun ini. Meski istri saya sudah meninggal, tapi niat saya tetap haji bersama istri,” ungkapnya.

Sepeninggal istrinya, Holili sempat menawarkan kedua anaknya untuk mengganti porsi haji sang istri, namun keduanya menolak dan Holili memilih mengambil tabungan haji almarhumah untuk dipergunakan sebagai biaya menghajikan mendiang istrinya di tanah suci.

“Uang tabungannya sampai saat ini masih utuh, saya titipkan agar tidak saya pergunakan. Uang itu untuk haji badal istri saya karena di tanah suci harus bayar orang untuk menghajikan. Mohon doa semoga saya dan istri dijadikan haji mabrur,” tutupnya.

Perlu diketahui, rombongan jamaah haji di Sampang, 173 jemaah dengan rincian 70 jemaah pria dan 97 jemaah wanita, kloter ke 20 akan diberangkatkan pada Kamis 16 Juni 2022 pagi. Sebelum pemberangkatan, Ia selalu menggunakan becaknya setiap kali mengikuti manasik dan mengurus persiapan lainnya. Karena becak itu satu-satunya kendaraan yang dimiliki (Cak Jum)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *