PMK Merebak, Disperta KP Imbau Peternak Lapor Jika Ada PMK pada Hewan

Ekspos.id, Sampang – Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Sampang sudah merebak. Hingga kini hewan ternak yang dinyatakan suspek PMK mencapai 3.814 ekor sapi. Maka dari itu para peternak jika ada tanda PMK, segera melaporkan langsung kepada petugas kesehatan hewan atau ke Dinas Pertanian setempat, agar segera tertangani dengan baik.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta KP) Sampang Suyono mengatakan adanya PMK yang saat ini merebaknya wabah terjadi khususnya di Sampang. Mulai dari pernyataan Ibu Gubernur pada tanggal 5 Mei dan pada saat masih suasana Hari Raya, Penemunya di Jawa Timur sedang merebak penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak ruminansia utamanya sapi mulut dan kuku pada hewan ternak ruminansia utamanya sapi.

Dan pada saat itu seluruh rekan-rekan di bidang peternakan termasuk tenaga lapangan yang kita kumpulkan untuk menyikapi adanya virus PMK, sehingga kita pada tanggal 9 dan10 sudah melakukan survelen untuk mendatangi masing-masing peternak melihat secara langsung ada apa gak ciri-ciri PMK yang ditemukan pada sapi sapi yang dimiliki oleh peternak atau pedagang itu,” ucap Suyono, Kamis (23/06/2022)

Lanjut Suyono bahwa dalam pelaksanaan turun lapangan untuk lakukan Survelen bersama-sama dengan Polsek dan Koramil jadi kita tidak sendiri karena Pak Kapolri juga menaruh perhatian khusus terhadap perkembangan PMK.

Setelah kita sudah lakukan Survelen, sekarang kita bersama-sama dengan Polsek dan Koramil lakukan Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) mereka kita kasih tahu dengan datang ke kandang-kandang untuk mengecek langsung karena kita khawatir merebaknya virus PMK di Kab.Sampang, dan pada tanggal 20- Mei Sampang terdeteksi ada sapi gejala klinis mengarah kepada PMK di Kecamatan Robatal Banyuates dan dari dua Kecamatan ini kita laporkan ke Pusvetma di Surabaya.

“Dari hasil simpel darah oleh Pusvetma di Surabaya dilaporkan atau di kirim ke Kementerian Pertanian untuk menguatkan apakah tertular apakah aman, ternyata Kementerian Pertanian mengatakan dari hasil tes darah diketahui ada wabah di empat Kabupaten yaitu Kabupaten Lamongan, Mojokerto, Gersik, sodoarjo, sementara Kabupaten Sampang sendiri masih sona haya tertular,” jelasnya.

Sementara Suyono mengharap kepada para peternak di daerahnya yang menemui tanda PMK pada ternak segera melaporkan dengan nama dan alamat yang jelas, sehingga nanti dokter hewan akan segera langsung menemui para peternak di desanya.
Selain dikasih obat dari dokter hewan juga untuk sebagai antisipasi dini sapi juga diberikan jamu tradisional untuk kesehatan sapi agar tidak mudah terkena PMK. (Cak Jum)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *