Satpol PP Bea Cukai Madura, dan Bagian Perekonomian Setda Pamekasan Gelar Sosialisasi Jenis Rokok Ilegal

Pamekasan, Ekspos.id – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol
PP), Bea Cukai Madura, dan Bagian
Perekonomian Setda Kabupaten
Pamekasan menggelar sosialisasi barang kena cukai dan edukasi soal jenis rokok ilegal di PR Ayunda.
.Rabu
(25/10).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di pabrik Rokok Ayunda, DesaJarin, Kecamatan Pademawu,Kabupaten Pamekasan,dalam rangka menindaklanjuti Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 161/PMK.4/2022, tentang Pemberitahuan Barang Kena Cukai.

Turut hadir juga dalam sosialisasi tersebut meliputi pihak Bea Cukai, Kejaksaan Negeri Pamekasan, Polres Pamekasan dan perwakilan pemerintah daerah

Bagian Humas dan Penyuluhan
Bea Cukai Madura, Tesar Pratama
menyampaikan, ada 5 ciri-ciri rokok ilegal yang perlu dipahami, yakni rokok tanpa dilekati pita cukai, rokok dengan pita cukai palsu, rokok dengan pita cukai bekas, rokok dengan pita cukai salah peruntukan, dan rokok dengan pita cukai salah personalisasi.

“Apabila dalam memproduksi rokok tersebut kedapatan lima point di atas tentu sudah melanggar peraturan perundang-undangan,” katanya.

Tesar juga menjelaskan, sosialisasi Undang-undang Nomor : 39 Tahun 2007, tentang Cukai, dilaksanakan untuk memperkenalkan atau memberitahukan kepada masyarakat tentang peraturan bidang cukai.

“Barang kena cukai illegal sangat mengganggu pemasaran dari produk-produk barang kena cukai yang diproduksi oleh produsen-produsen yang tertib administrasi dan patuh dengan peraturan,” ungkapnya.

Sedangkan Kabag Perekonomian
Setda Pamekasan, Bachtiar Effendi
mengatakan, sosialisasi UU Cukai
untuk memberi pemahaman kepada masyarakat, terutama bagi para
pemilik perusahaan rokok agar upaya
mendukung pendapatan negara tentang pajak melalui cukai rokok.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat akan dampak negatif peredaran rokok ilegal dan dapat memahami pemanfaatan DBH CHT untuk masyarakat,” tutupnya.

Para peserta yang hadir juga diberikan sembako yang didanai dari DBHCHT. Selain dari PR Ayunda. ( Han)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *