Sekolah Rakyat di Sampang Mulai Dimatangkan, Pemkab Fokus Siapkan Calon Siswa

Ekspos.id, Sampang – Pemerintah Kabupaten Sampang terus mematangkan persiapan pelaksanaan Sekolah Rakyat yang menjadi program strategis nasional. Sejumlah rapat koordinasi digelar untuk memastikan seluruh kebutuhan program dapat terpenuhi sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang, Yuliadi Setiawan, mengatakan pemerintah daerah memiliki kewajiban mendukung penuh pelaksanaan Sekolah Rakyat. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyiapan calon siswa, koordinasi lintas instansi, hingga pemantauan perkembangan pembangunan fisik sekolah.

“Penjangkauan calon siswa dilakukan kepada keluarga miskin dan miskin ekstrem yang masuk kategori desil satu dan desil dua. Setiap jenjang pendidikan, mulai SD, SMP hingga SMA, ditargetkan menerima sebanyak 90 siswa dari Kabupaten Sampang,”terangnya.

Ia menjelaskan proses yang dilakukan saat ini bukan pendaftaran maupun seleksi, melainkan penjangkauan langsung kepada keluarga sasaran.

“Pendamping sosial dan petugas terkait mendatangi rumah-rumah warga untuk memberikan penjelasan mengenai program Sekolah Rakyat beserta fasilitas yang akan diterima siswa,”jelasnya.

Selain kesiapan peserta didik, Pemkab Sampang juga terus memantau perkembangan pembangunan fisik sekolah yang menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR dan Kementerian Sosial.

“Pemerintah daerah optimistis seluruh tahapan dapat berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan,”katanya.

Yuliadi berharap Sekolah Rakyat mampu menjadi sarana meningkatkan kualitas pendidikan bagi masyarakat kurang mampu sekaligus menciptakan generasi muda yang memiliki daya saing lebih baik di masa depan.

Dan perlu diketahui bahwa, kuota SMP dan SMA masih Terlampaui, sedangkan Siswa SD Sekolah Rakyat di Sampang Masih Kurang, karena ada keraguan sebagian orang tua yang masih menganggap anak usia sekolah dasar terlalu kecil untuk mengikuti pendidikan berbasis asrama. Padahal, Sekolah Rakyat menyediakan fasilitas pendidikan, pembinaan karakter, pendidikan agama, hingga kegiatan pengembangan bakat,”jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *