Fun Walk Dan Tanam Pohon  Harlah Fatayat NU ke-76 Tahun  Bersama  Perempuan Bangsa

Ekspos.id, Malang, — Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-76 Fatayat Nahdlatul Ulama Kabupaten Malang berlangsung semarak di kawasan Kawasan Ekonomi Khusus Singhasari, Desa klampok kecamatan Singosari Kabupaten Malang, Sabtu (18/4/2026). Ribuan perempuan memadati lokasi kegiatan untuk mengikuti Fun Walk yang dirangkai dengan aksi penanaman pohon sebagai wujud kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Kegiatan yang mengusung tema “Satu Kelahiran, Tanam Satu Pohon” ini menjadi simbol bahwa perayaan hari lahir tidak hanya dimaknai secara seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata untuk menjaga bumi bagi generasi mendatang.

Fun Walk tersebut secara resmi dilepas oleh Anggota DPR RI, Hasanuddin Wahid, yang hadir bersama sejumlah tokoh dan pejabat daerah. Turut hadir di antaranya Anggota DPRD Jawa Timur Hikmah Bafaqih, Ketua Umum Perempuan Bangsa Nihayatul Wafiroh, anggota DPRD Kabupaten Malang H Kholiq ,Abdulloh Satar,  Ali Murtadho, Nur Mutiah Faridah , anggota DPRD Kota Malang Saniman Wafi, serta Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Malang Firmando Hasiholan.

Dalam sambutannya, Hasanuddin Wahid menekankan pentingnya gerakan menanam pohon sebagai langkah sederhana yang memiliki dampak besar bagi keberlangsungan lingkungan hidup.

Menurutnya, momentum kelahiran seharusnya tidak hanya dirayakan dengan kegiatan simbolis, tetapi juga diiringi dengan tindakan yang memberi manfaat jangka panjang bagi alam dan kehidupan manusia.

“Menanam pohon adalah bentuk kepedulian kita terhadap bumi. Satu pohon mungkin terlihat kecil, tetapi jika dilakukan bersama-sama, dampaknya akan sangat besar bagi masa depan anak cucu kita,” ujar Hasanuddin.

Ia menjelaskan, kegiatan ini merupakan kolaborasi berbagai elemen masyarakat yang menghadirkan ribuan bibit pohon untuk ditanam di sejumlah wilayah di Malang Raya yang membutuhkan penghijauan, terutama daerah yang rawan longsor dan banjir.

Selain menanam pohon, kegiatan Fun Walk juga menjadi ajakan kepada masyarakat untuk menjalani pola hidup sehat sekaligus membangun kedekatan kembali dengan alam.

Sementara itu, Hikmah Bafaqih menuturkan bahwa gerakan “Satu Kelahiran Tanam Satu Pohon” merupakan bagian dari gerakan nasional perempuan dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam merawat bumi karena mereka berada di garis terdepan dalam menjaga keberlangsungan keluarga dan generasi penerus.

“Perempuan memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga bumi. Karena itu gerakan ini menjadi bagian dari upaya bersama perempuan Indonesia untuk merawat lingkungan,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, panitia menyiapkan sekitar 2.500 bibit pohon yang sebagian besar berupa tanaman buah, khususnya durian. Bibit tersebut tidak hanya ditanam di sekitar lokasi kegiatan, tetapi juga dibagikan kepada para peserta untuk ditanam di daerah masing-masing.

Sebagian bibit juga disalurkan kepada kelompok tani hutan di wilayah Singosari, terutama di Desa Gunungrejo, guna mendukung program penghijauan sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Kegiatan ini turut diikuti kader Perempuan Bangsa dari berbagai daerah seperti Tuban, Tulungagung, Lumajang, Blitar, Pasuruan hingga Malang Raya. Kehadiran mereka menambah semarak acara sekaligus menunjukkan besarnya antusiasme perempuan dalam mendukung gerakan pelestarian lingkungan.

Dengan jaringan organisasi yang luas hingga ratusan ranting aktif, Fatayat NU Kabupaten Malang diharapkan mampu terus menggerakkan masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial, mulai dari pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, hingga kampanye menjaga kelestarian alam.

Melalui peringatan Harlah ke-76 ini, gerakan Fun Walk dan penanaman pohon diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, tetapi menjadi langkah awal dari gerakan berkelanjutan untuk menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan lestari bagi generasi mendatang. (Nng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *