Ekspos.id, Jakarta – PT Motu Technology Group kembali menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu perusahaan kendaraan listrik yang aktif mendukung pembangunan nasional dan transformasi energi berkelanjutan di Indonesia. Kali ini, MOTU Indonesia mendapat kehormatan untuk diundang dan berpartisipasi dalam kegiatan Lokakarya Alumni KTLN yang Pernah Belajar di Tiongkok. Mempererat Persahabatan dan Kerja Sama Indonesia – Tiongkok ke-76 Tahun yang berlangsung di Gedung Krida Bakti, Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, Kamis (11/6/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh China Chamber of Commerce in Indonesia tersebut menjadi salah satu forum strategis yang mempertemukan unsur pemerintah, dunia usaha, akademisi, serta alumni program kerja sama Indonesia-Tiongkok dalam satu wadah kolaborasi yang berorientasi pada penguatan hubungan bilateral kedua negara.
Berdasarkan data panitia, sekitar 600 peserta hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari pejabat kementerian dan lembaga negara, alumni program pelatihan dan pendidikan di Tiongkok, perwakilan perusahaan-perusahaan besar asal Tiongkok yang beroperasi di Indonesia, hingga pelaku industri yang terlibat dalam berbagai sektor strategis.
Kehadiran MOTU Indonesia dalam acara yang berlangsung di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara menjadi bukti bahwa perusahaan tidak hanya berfokus pada pengembangan bisnis semata, tetapi juga aktif mengambil bagian dalam agenda-agenda yang berkaitan dengan pembangunan nasional, penguatan hubungan internasional, serta transformasi industri masa depan.
Acara tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat penting, antara lain Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria, serta sejumlah pejabat tinggi dari berbagai kementerian dan lembaga negara.
Selain itu, hadir pula Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia, H.E. Wang Lutong, yang memberikan sambutan mengenai pentingnya hubungan antarmasyarakat sebagai fondasi utama kerja sama kedua negara.
Dalam sambutannya, Wang Lutong menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Tiongkok tidak hanya dibangun melalui perdagangan dan investasi semata.
“Perdagangan dan investasi bukanlah segalanya dalam hubungan Indonesia dan China. Masyarakat selalu menjadi fondasi hubungan bilateral dan mereka yang seharusnya mendapatkan manfaat dari kerja sama ini,” kata Wang Lutong.
Ia juga menyampaikan bahwa berbagai program dan proyek kerja sama ke depan akan terus diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara, serta berharap kolaborasi Indonesia dan Tiongkok semakin luas dan produktif pada tahun-tahun mendatang.
Forum tersebut menjadi semakin istimewa karena mempertemukan berbagai perusahaan besar yang telah menjadi bagian dari hubungan ekonomi Indonesia-Tiongkok, di antaranya Huawei, BYD, Wuling, Hisense, Gree, Xiamen Air, TransNusa, PT ZHC Aladin International, hingga MOTU Indonesia.
Bagi MOTU Indonesia, kesempatan untuk hadir dan berpartisipasi dalam forum yang melibatkan unsur pemerintah pusat tersebut memiliki makna strategis tersendiri. Perusahaan memperoleh ruang untuk memperkenalkan inovasi kendaraan dan sepeda listrik sekaligus memperluas komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan yang hadir.
Asisten General Manager sekaligus Direktur Branding MOTU Indonesia, Imam Muttaqin, mengatakan pihaknya merasa bangga dapat menjadi bagian dari kegiatan berskala nasional dan internasional tersebut.
“Atas nama perusahaan, MOTU sangat bangga menjadi salah satu peserta yang berkontribusi dalam acara besar seperti ini. Secara tidak langsung ini menunjukkan bahwa brand kami, MOTU Indonesia, merupakan brand besar yang mampu bersinergi dengan pemerintah. MOTU Indonesia akan terus berkomitmen untuk tumbuh bersama Indonesia serta mendukung berbagai kebijakan pemerintah dalam pengembangan sepeda listrik dan transisi energi yang berkelanjut
