SMP–SMA Tahfidz Darul Ulum Banyuanyar Gelar Wisuda Al-Qur’an ke-XI

Ekspos.id, Pamekasan, — Lembaga Pendidikan Islam Pondok Pesantren Banyuanyar tingkat SMP–SMA Tahfidz Darul Ulum Banyuanyar kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan menggelar Wisuda Al-Qur’an ke-11, sebuah momentum sakral yang menandai keberhasilan para santri dalam menuntaskan hafalan Katagori 10 juz: 113 Siswa, katagori 20 juz: 57 Siswa, dan katagori 30 juz: 58 siswa dengan jumlah total 228 penghafal Al-Qur’an. (Rabu, 14 Januari 2026).

Wisuda yang digelar di lingkungan Pondok Pesantren Banyuanyar halaman sekolah SMP-SMA Tahfidz tersebut dihadiri oleh pengasuh pondok, dewan pengasuh, Ketua DPRD Pamekasan, jajaran guru dan dosen Perguruan Tinggi IDB, tingkat SLTA SMA Tahfidz, MA, SMK, SMA Isbatiah, Tingkat SLTP SMP Tahfidz, MTs, Tingakatan SDI, TK/TPA dan PAUD,  dan wali santri, serta tokoh masyarakat. Sejak pagi hari, suasana religius terasa kental. Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan para wisudawan membuka acara dan menggugah keharuan seluruh hadirin.

Dalam sambutannya, Drs. KH. Kholil Asy’ari, Ketua Pengurus Pondok Pesantren Banyuanyar menegaskan bahwa wisuda Al-Qur’an bukan sekadar acara seremonial, melainkan penanda keberhasilan proses panjang pembinaan ruhani dan intelektual santri. Menghafal Al-Qur’an, menurutnya, bukan hanya persoalan daya ingat, tetapi juga keteguhan hati, kedisiplinan, serta komitmen menjaga kemurnian niat.

“Hafalan 10, 20, apalagi 30 juz adalah prestasi luar biasa. Di baliknya ada perjuangan panjang, air mata, bangun malam, dan doa orang tua. Para hafidz ini bukan hanya kebanggaan lembaga, tetapi juga aset umat dan bangsa,” tegasnya.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa Darul Ulum Banyuanyar menerapkan sistem pendidikan terpadu, memadukan kurikulum formal SMP–SMA dengan program tahfidz Al-Qur’an yang terstruktur dan intensif. Model ini bertujuan melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga kokoh dalam akhlak dan spiritualitas.

Menurutnya, di tengah arus globalisasi dan krisis moral yang melanda generasi muda, kehadiran para penghafal Al-Qur’an menjadi benteng penting bagi masa depan umat. Mereka diharapkan mampu menjadi teladan, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dunia pendidikan.

Sementara itu, suasana haru menyelimuti para wali santri Ach. Subaidi dari surabaya yang menyaksikan putra mereka diwisuda sebagai hafidz. 

Tidak sedikit yang menitikkan air mata, mengenang proses panjang mendampingi anak-anak mereka dalam menapaki jalan Al-Qur’an.

Ach. Subaidi, Salah satu wali santri mengungkapkan rasa syukurnya karena Darul Ulum Banyuanyar tidak hanya mendidik anak-anak dalam ilmu umum, tetapi juga membentuk karakter dan spiritualitas mereka.

“Melihat anak kami hafal Al-Qur’an adalah kebahagiaan yang tak ternilai. Ini investasi dunia dan akhirat,” ujarnya.

Kepala Sekolah SMP–SMA Tahfidz Darul Ulum Banyuanyar, Mohammad Rofiuddin mewakili panitia menyampaikan rasa syukur dan bangga atas keberhasilan para santri yang telah menuntaskan hafalan Al-Qur’an melalui proses panjang yang penuh kedisiplinan, kesungguhan, dan doa.

“Mewisuda 228 penghafal Al-Qur’an bukanlah angka biasa. Ini adalah buah dari kesungguhan santri, bimbingan para ustadz, serta dukungan penuh dari wali santri. Kami bangga karena SMP-SMA Tahfidz  Darul Ulum Banyuanyar terus melahirkan generasi Qur’ani yang siap menjadi cahaya bagi umat dan bangsa,” ujarnya.

Wisuda Al-Qur’an ke-11 ini sekaligus mempertegas posisi SMP–SMA Tahfidz sebagai lembaga yang konsisten melahirkan generasi Qur’ani. Dari tahun ke tahun, jumlah santri yang berhasil menuntaskan hafalan terus meningkat, menunjukkan keberhasilan metode pembelajaran dan pembinaan yang diterapkan.

Dengan berakhirnya prosesi wisuda ini, para hafidz dan hafidzah diharapkan tidak berhenti pada capaian hafalan semata, melainkan terus meningkatkan kualitas bacaan, pemahaman, dan pengamalan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Mereka diharapkan menjadi duta-duta Al-Qur’an yang membawa cahaya petunjuk di tengah masyarakat.

Darul Ulum Banyuanyar pun kembali mengirimkan pesan kuat bahwa di tengah tantangan zaman, Al-Qur’an tetap menjadi fondasi utama dalam membangun generasi unggul, beradab, dan berkarakter.

Ach Subaidi siswa penghafal Al-Qur’an juga menyampaikan rasa bangga dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh guru dan pengasuh di SMP–SMA Tahfidz Darul Ulum Banyuanyar. Mereka mengaku tidak akan mampu menuntaskan hafalan Al-Qur’an tanpa keikhlasan, kesabaran, dan bimbingan para ustadz  terutama Ustad Mahmud Ayatullah Direktur Utama Markas Dirosah Quraniyah Pon. Pes Banyuanyar. 

“Kami sangat bangga bisa diwisuda sebagai penghafal Al-Qur’an. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para guru yang dengan ikhlas membimbing, menyemangati, dan mendoakan kami siang dan malam. Tanpa ketulusan mereka, kami tidak akan sampai di titik ini,” ungkap perwakilan wisudawan.

Ach Subaidi berharap ilmu dan hafalan yang mereka peroleh menjadi amal jariyah bagi para guru dan orang tua, serta menjadi bekal mereka untuk mengabdi kepada agama, bangsa, dan masyarakat di masa depan. (lidi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *