Ekspos.id, Pamekasan – Ribuan siswa dari berbagai jenjang pendidikan memadati Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRMP) Pamekasan dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tingkat Jawa Timur Tahun 2026, Sabtu pagi.
Sebanyak 24.114 siswa mulai dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) tampak antusias mengikuti kegiatan “Senam Anak Indonesia Hebat” yang digelar secara massal di lapangan stadion kebanggaan masyarakat Pamekasan tersebut.
Kegiatan akbar ini turut dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti bersama Bupati Kholilurrahman serta jajaran pejabat Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Pamekasan.

Dalam sambutannya, Kholilurrahman menegaskan bahwa kegiatan Hardiknas bukan sekadar seremoni atau pencapaian rekor semata, melainkan momentum untuk memperkuat semangat pendidikan yang inklusif dan berkarakter.
“Ini bukan hanya seremonial ataupun pencapaian MURI semata, tetapi menjadi dorongan motivasi bersama bagaimana pendidikan di Pamekasan bisa semakin inklusif, unggul, dan berkarakter,” ujarnya di hadapan ribuan peserta.
Suasana stadion terlihat semarak dengan barisan siswa berseragam sekolah yang bergerak kompak mengikuti senam bersama. Sorak semangat dan antusiasme para peserta menambah semarak peringatan Hardiknas tahun ini.
Usai kegiatan di stadion, rangkaian Hardiknas dilanjutkan dengan diskusi pendidikan di SDN Jalmak 1, Desa Jalmak, Pamekasan. Diskusi tersebut mengangkat tema “Pembelajaran Transformatif Melalui Penguatan Lokal untuk Mewujudkan Masa Depan Inspiratif.”
Dalam forum tersebut, Abdul Mu’ti menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan program Trigarta pendidikan, yakni membiasakan penggunaan Bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, menguasai bahasa asing, serta tetap melestarikan budaya daerah sebagai penopang budaya nasional.
“Bahasa Indonesia harus menjadi identitas utama, bahasa asing sebagai jendela dunia, dan budaya daerah wajib dijaga sebagai kekuatan budaya nasional,” tegasnya.
Sementara itu, dalam sesi tanya jawab, Kepala SMPN 1 Pamekasan yang juga Ketua PGRI Pamekasan, Jamil menyampaikan aspirasi para guru Bahasa Indonesia dan pengajar bahasa daerah terkait pengakuan jam mengajar di sistem Dapodik.
“Kami berharap jeritan hati para guru Bahasa Indonesia yang juga mengajar bahasa daerah dapat diperhatikan, khususnya terkait relokasi dan pengakuan jam mengajar di Dapodik,” ungkapnya.
Peringatan Hardiknas Tingkat Jawa Timur 2026 di Pamekasan ini menjadi bukti kuat bahwa semangat membangun pendidikan yang maju, berbudaya, dan inspiratif terus tumbuh dari daerah. (Hanafi)
