Sarasehan Budaya Spiritual PAMU, Se Jawa Timur Perkuat Nilai Kepercayaan dan Kebangsaan

Ekspos.id, Malang, — Komitmen menjaga warisan budaya spiritual dan memperkuat ajaran leluhur kembali ditegaskan Pirukunan (PAMU) Purwa Ayu Mardi Utama melalui kegiatan Pendadaran Juru Pitutur se-Jawa Timur yang dirangkai dalam Sarasehan Budaya Spiritual Jumat Kliwonan, Kamis (7/5/2026), di Guest House Putri Utari, Jetis, Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Mengangkat tema Penguatan Lembaga Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran sekaligus penguatan kapasitas para juru pitutur sebagai penerus ajaran dan penjaga nilai-nilai spiritual yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Sejak pagi, ratusan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur mulai berdatangan untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung penuh kekhidmatan. Tercatat sekitar 300 peserta hadir, terdiri dari para sesepuh dan keluarga besar PAMU.

Dalam kegiatan itu, peserta mendapatkan berbagai pembekalan penting terkait ajaran PAMU, mulai dari sistematika ajaran, Pakem Suluk Limo, Anggaran Dasar Kaweruh Pranatan Kamanungsan, tata cara pujian, sesaji umbo rampe Suran, hingga sejarah perjuangan Pirukunan PAMU sebagai bagian dari perjalanan spiritual dan kebangsaan.

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Ketua Umum PAMU Ki Cokro Wibowo Sumarsono, Ketua DPD RI ke-V AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, Direktur BKMA Kementerian Kebudayaan Samsul Hadi, Anggota DPRD Jawa Timur Jajuk Rendra Kresna, perwakilan Balai Pelestarian Budaya Wilayah XI Jawa Timur Nuryahman, Kepala Bakorwil III Malang Asep Kusdinar, serta Direktur Jatim Park Group Suryo Widodo.

Acara dibuka dengan pementasan seni mocopat dan panembrama yang menghadirkan nuansa tradisi Jawa yang kental. Kesenian itu menjadi pembuka yang sarat makna, menegaskan bahwa budaya dan spiritualitas adalah dua hal yang tak terpisahkan.

Ketua Umum PAMU, Ki Cokro Wibowo Sumarsono, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh tamu undangan dan keluarga besar PAMU. Ia menegaskan bahwa keberadaan PAMU bukan hanya menjaga ajaran leluhur, tetapi juga menjaga semangat kebangsaan.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengulas perjalanan sejarah PAMU yang disebut memiliki kontribusi dalam perjalanan perjuangan bangsa Indonesia menuju kemerdekaan.

“Warisan ajaran ini harus terus hidup. Bukan hanya dipahami, tetapi diamalkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.

Dalam sesi kuliah umum, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menyampaikan bahwa keberadaan organisasi penghayat kepercayaan seperti PAMU merupakan bagian penting dari kekayaan budaya bangsa yang harus dijaga.

Menurutnya, nilai-nilai yang diajarkan PAMU selaras dengan semangat Pancasila, terutama dalam membangun kehidupan yang harmonis, gotong royong, dan penuh rasa persaudaraan.

“PAMU mengajarkan keseimbangan hidup, hubungan dengan Tuhan, hubungan dengan sesama, dan hubungan dengan alam. Ini adalah fondasi kehidupan berbangsa yang sangat penting,” kata LaNyalla.

Ia juga mengingatkan agar keluarga besar PAMU mampu menjadi penengah di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks, terutama dalam menghadapi arus informasi yang sering memecah belah persatuan.

Sementara itu, Direktur BKMA Kementerian Kebudayaan, Samsul Hadi, menyampaikan bahwa pemerintah memberikan perhatian serius terhadap eksistensi penghayat kepercayaan sebagai bagian dari kekayaan budaya nasional.

Ia menyebut kegiatan pendadaran seperti ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sumber daya manusia sekaligus menjaga kesinambungan ajaran.

“Pelestarian ajaran kepercayaan tidak boleh berhenti di satu generasi. Harus ada kesinambungan agar nilai-nilai luhur tetap hidup,” tegasnya.

Samsul Hadi menjelaskan, hingga saat ini terdapat 163 organisasi penghayat kepercayaan yang berada dalam pembinaan pemerintah. Jumlah itu menunjukkan dinamika yang cukup panjang, mulai dari masa pertumbuhan, penurunan, hingga kembali mengalami peningkatan registrasi dalam beberapa tahun terakhir. (Nng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *